Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Romahurmuziy

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sidang Praperadilan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau yang akrab disapa Romy di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis, 9 Mei 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Suasana sidang Praperadilan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau yang akrab disapa Romy di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis, 9 Mei 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Hakim Tunggal Agus Widodo menggugurkan gugatan praperadilan yang diajukan tersangka suap jual beli jabatan di Kementerian Agama, Romahurmuziy atau Romy. "Menolak permohonan praperadilan pemohon seluruhnya," ucap Agus dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019.

    Baca: Putusan Praperadilan Romahurmuziy Hari ini, KPK Yakin Bukti Kuat

    Agus mengatakan penetapan tersangka kepada Romy oleh Komisi Pemberantasan Korupsi adalah sah. Menurut dia, penyelidikan yang dilakukan KPK juga sah menurut hukum.

    Sebelumnya, kuasa hukum Romy, Maqdir Ismail meminta status tersangka kepada kliennya dibatalkan. Ia menganggap KPK tidak berhak menyelidiki Romy karena nilai uang hadiah yang diduga diterima Romy kurang dari Rp 1 miliar.

    Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan itu disangka menerima uang dengan Rp 300 juta dari mantan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dan mantan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi.

    Haris dan Muafaq diduga memberi uang itu agar Romy membantu mereka lolos dalam seleksi jabatan di wilayah Kemenag Jawa Timur. Romy dianggap bisa memuluskan mereka karena dianggap bisa bekerja sama dengan pihak tertentu di Kementerian Agama.

    Baca: KPK Telusuri Manipulasi Dokumen Seleksi Jabatan di Kemenag

    Diketahui Haris waktu itu melamar posisi Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur. Adapun Muafaq melamar posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.