Puan Maharani Ketua DPR? Demokrat: Bukan Soal Layak Tak Layak

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (tengah) berfoto bersama sejumlah kader dan simpatisan PDI Perjuangan (PDIP) saat senam bersama memperingati HUT ke-46 PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019. ANTARA

    Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (tengah) berfoto bersama sejumlah kader dan simpatisan PDI Perjuangan (PDIP) saat senam bersama memperingati HUT ke-46 PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrat enggan berkomentar soal kapasitas Ketua DPP PDIP Puan Maharani, yang digadang-gadang akan mengisi posisi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI periode 2019-2024. Menurut Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat  Ferdinand Hutahaean, politik saat ini sudah tidak lagi melihat sosok yang layak atau tidak layak dan pantas atau tidak pantas.

    "Politik kita sekarang adalah politik kekuasaan, siapa yang berkuasa dia berhak apa saja. Siapa bisa menolak?," ujar Ferdinand saat dihubungi Tempo pada Selasa, 14 Mei 2019.

    Baca: Koalisi Jokowi Satu Suara Kursi Ketua DPR untuk Puan Maharani

    Untuk mengembalikan sistem demokrasi yang sehat, ujar Ferdinand, perlu ada revisi aturan UU MPR, DPR, DPRD, DPD (MD3) agar yang menjabat pos pimpinan sesuai dengan kapasitas dan kompetensi. "Juga UU terkait pelaksanaan Pilkada, Pemilu dan UU pemerintahan Daerah," ujar Ferdinand.

    Menurut Pasal 427D UU MD3 susunan dan mekanisme penetapan pimpinan DPR, berdasarkan urutan perolehan kursi terbanyak di DPR. Ketua DPR ialah anggota DPR yang berasal dari partai politik yang memperoleh kursi terbanyak pertama di DPR. Wakilnya anggota DPR yang berasal dari partai politik yang memperoleh kursi terbanyak kedua, ketiga, keempat, dan kelima. Saat ini, PDIP menempati posisi teratas sebagai partai dengan suara terbanyak di pemilu 2019.

    Baca: PDIP: Puan Maharani Memang Paling Berpeluang Jadi Ketua DPR RI

    Sebagai partai pemenang, PDIP pun telah menyiapkan kadernya mengisi kursi Ketua DPR RI. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah mengakui bahwa  Puan Maharani, adalah kader yang paling berpeluang menjadi Ketua DPR RI. "Sesuai UU  MD3, parpol pemenang pileg 2019 berhak menugaskan kadernya menjadi Ketua DPR RI," ujar Basarah saat dihubungi wartawan pada Senin malam, 13 Mei 2019.

    Basarah mengatakan Puan memiliki kapasitas menjadi Ketua DPR RI karena berbagai pengalamannya di dunia politik. Selain berpengalaman sebagai Menko PMK RI 2014-2019, ujar Basarah, Puan Maharani juga pernah menjabat Ketua Fraksi PDIP 2009-2014 dan sudah tiga periode menjadi pengurus DPP PDIP. "Puan juga memiliki legitimasi yang kuat untuk duduk sebagai Ketua DPR RI karena perolehan suaranya dalam pileg 2019 memecahkan rekor perolehan tertinggi yaitu di atas 420 ribu suara."

      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.