Bamsoet: Erick Thohir Tegas Tak Minat Jadi Menteri Jokowi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Erick Thohir memberikan penjelasan saat mengundang 50 media asing ke war room TKN Jokowi-Ma'ruf, Selasa 30 April 2019. (istimewa)

    Erick Thohir memberikan penjelasan saat mengundang 50 media asing ke war room TKN Jokowi-Ma'ruf, Selasa 30 April 2019. (istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo menyebut nama Erick Thohir sebagai satu dari tiga orang yang menurutnya moncer sebagai kandidat menteri. Namun kata dia, Ketua Tim Kampanye Jokowi - Ma'ruf itu tak berminat masuk kabinet.

    Baca juga: Erick Thohir Kirim Surat Edaran Minta Relawan Jokowi Tak Ragu

    "Erick sudah sampaikan dengan tegas bahwa tidak minat jadi menteri," kata Bamsoet, sapaan Bambang, seusai buka bersama di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra III, Jakarta Selatan, Senin, 13 Mei 2019.

    Dalam sambutannya sebelumnya, Bamsoet mempromosikan mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Bahlil Lahadilia sebagai kandidat menteri ke Presiden Joko Widodo. Bamsoet menyapa keduanya sebagai "calon menteri", setelah menyapa menteri-menteri yang hadir dalam acara buka bersama di rumahnya.

    "Para menteri yang saya hormati, bersama para calon menteri yang hadir di ruangan ini. Saya lihat tadi ada sahabat saya, Muhammad Lutfi. Ada Pak Bahlil," kata Bamsoet.

    Di depan Jokowi, Bamsoet bercerita bahwa kedua orang itu sama-sama merintis usaha dari bawah. Bamsoet juga menyebut nama Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf Amin, Erick Thohir, kala bercerita tentang Lutfi dan Bahlil.

    "Dua orang ini sama-sama merintis dari bawah, Pak. Sama-sama pernah saling pinjam, saling tukar cek, ketika kami sama-sama merintis usaha dulu. Sama-sama Erick Thohir juga itu," kata dia.

    Baca juga: Kedipan Mata Erick Thohir, Misteri Utusan Jokowi Bertemu Prabowo

    Seusai acara, Bamsoet mengklaim ucapannya itu hanya gurauan. Dia mengaku hanya sebatas melontarkan pendapat, sedangkan keputusan akhir tetap ada di tangan Jokowi.

    "Ya kan saya cuma ngomong saja, yang tentukan presiden," kata politikus Partai Golkar ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.