JK Akan ke Swiss, Bicara Soal Bencana

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres Jusuf Kalla berpidato di depan peserta  Forum Bisnis Indonesia-Cina di Beijing, Jumat 25 April 2019. Dalam forum bisnis yang digelar di sela-sela Konferensi Kerja Sama Internasional Sabuk Jalan (BRF) II itu juga diisi dengan penandatanganan 34 naskah kerja sama bisnis dan penelitian antara kedua negara. ANTARA FOTO/M.Irfan Ilmie

    Wapres Jusuf Kalla berpidato di depan peserta Forum Bisnis Indonesia-Cina di Beijing, Jumat 25 April 2019. Dalam forum bisnis yang digelar di sela-sela Konferensi Kerja Sama Internasional Sabuk Jalan (BRF) II itu juga diisi dengan penandatanganan 34 naskah kerja sama bisnis dan penelitian antara kedua negara. ANTARA FOTO/M.Irfan Ilmie

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK akan bertolak ke Swiss, Selasa, 14 Mei 2019. Di sana, JK direncanakan akan bicara terkait penanganan bencana di Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2019.

    Baca juga: JK: Pemindahan Ibu Kota Bakal Diikuti Perpindahan 1,5 Juta ASN

    "Indonesia dianggap memiliki pengalaman dari berbagai macam macam penyelesaian kebencanaan, baik itu tsunami, gempa bumi. Karena kita bagian dari ring of fire," kata JK saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin, 13 Mei 2019.

    JK mengatakan pertemuan ini diinisiasi oleh Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) yang berfokus pada penanganan bencana. Pertemuan yang diselenggarakan di International Conference Center Geneva (CICG) ini digelar pada 13 Mei hingga 17 Mei 2019. Mereka mengangkat tema "Resilience Dividend: Towards Sustainable and Inclusive Societies".

    "Mereka minta saya, secara pribadi, langsung untuk berbicara bagaimana pengalaman Indonesia mengatasi bencana. Itu penting untuk dijadikan semacam sistem mitigasi bencana," kata JK.

    Selain ke Swiss, JK juga direncanakan ke Prancis. Namun, di sana ia akan berbicara masalah teroris yang marak di internet, dengan waktu yang hampir bersamaan. "Jadi dua acara, satu bencana, satu terorisme lewat internet," tutur JK.

    JK menambahkan bahwa saat ini terorisme makin kencang saat ini karena penggunaan internet yang terus meningkat. Hal ini, kata dia, menjadi suatu sistem komunikasi dan pengetahuan antar mereka.

    Baca juga: JK: Penetapan Tersangka Bachtiar Nasir Bukan Kriminalisasi Ulama

    "Di internet, Anda bisa belajar tentang bom, ideologi macam-macam, semua bisa lewat internet. Karena itu, saya bersama Rudiantara di undang Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri New Zealand yang baru ini telah menjadi korban, 2 bulan lalu," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.