Ketua DPR Menggoda Jokowi dan Fahri Hamzah di Acara Buka Bersama

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Bambang Soesatyo menyambut kehadiran Presiden Jokowi dalam acara buka puasa bersama dengan pimpinan lembaga tinggi negara di Rumah Dinas Ketua DPR, Jakarta, Senin, 13 Mei 2019. Acara ini turut dihadiri beberapa menteri kabinet Kerja. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Ketua DPR Bambang Soesatyo menyambut kehadiran Presiden Jokowi dalam acara buka puasa bersama dengan pimpinan lembaga tinggi negara di Rumah Dinas Ketua DPR, Jakarta, Senin, 13 Mei 2019. Acara ini turut dihadiri beberapa menteri kabinet Kerja. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo menggelar acara buka bersama di rumah dinasnya, Jalan Kertanegara III, Jakarta Selatan pada Senin, 13 Mei 2019. Acara ini dihadiri oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan pimpinan sejumlah lembaga negara.

    Baca: Saat Fahri Hamzah Ikut Menyambut Jokowi di Rumah Ketua DPR

    Dalam sambutannya, Bamsoet, sapaan Bambang, sempat melontarkan sejumlah pujian dan menggoda Jokowi. Di antaranya, Bamsoet menyampaikan keyakinannya bahwa Jokowi akan kembali terpilih sebagai presiden periode 2019-2024.

    "Yang saya hormati Presiden RI Bapak Haji Joko Widodo yang insya Allah nanti juga akan kembali menjadi Presiden RI periode 2019-2024. Ini keyakinan saya," kata Bamsoet. Mendengar pernyataan itu, Jokowi senyum-senyum.

    Berikutnya, Bamsoet menyinggung ihwal pemilihan umum yang baru saja terselenggara. Menurut dia, Pemilu 2019 terselenggara dengan baik karena kepemimpinan Jokowi.

    Bamsoet juga menyampaikan harapannya agar pada saat pengumuman hasil pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum tanggal 22 Mei nanti tidak terjadi aksi yang mengganggu ketertiban umum.

    "Salam juga dari Panglima TNI dan Kapolri, beliau berhalangan hadir. Salam perdamaian dan jangan makar," kata Bamsoet.

    Bamsoet juga menyinggung soal isu people power yang digulirkan oleh kubu pendukung pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Mantan Ketua Komisi Hukum DPR ini menganggap tak ada unsur yang terpenuhi untuk melakukan people power.

    Menurut dia, tidak ada kepentingan yang memaksa, krisis ekonomi, atau kepemimpinan otoriter yang bisa memancing aksi people power. Bamsoet lantas menggoda koleganya, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang hadir dalam acara itu.

    "Tentu kalau otoriter Pak Fahri Hamzah tidak ada di ruangan ini. Kita lihat Pak Jokowi senyumnya ramah, tidak pasang muka kenceng. Jadi tidak ada alasan juga kita menggerakkan people power," kata politikus Partai Golkar ini.

    Bamsoet mengimbuhkan, aksi people power atau aksi-aksi lain yang mengganggu ketertiban umum hanya akan merugikan masyarakat. Bamsoet juga mengajak para koleganya di DPR untuk memberikan contoh baik dengan tidak melontarkan pernyataan-pernyataan yang bisa mengancam keutuhan bangsa.

    Sejumlah tokoh juga hadir dalam acara ini. Mereka, di antaranya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siraj, Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali, Ketua Komisi Yudisial Aidul Fitriacida, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan, dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Oesman Sapta Odang.

    Baca juga: Jokowi Menghadiri Buka Puasa Bersama di Rumah Zulkifli Hasan

    Selain Fahri, Wakil Ketua DPR lain, yaitu Agus Hermanto, dan Utut Adianto juga hadir. Sedangkan Wakil Ketua DPR Fadli Zon absen. Tokoh-tokoh lain di acara ini adalah Menteri Perindustrian Airlanggga Hartarto, mantan Kepala Badan Intelijen Negara A. M. Hendropriyono, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.