Eks Bendahara Kemenpora Sebut Beri Rp 400 Juta ke Aspri Menpora

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa mantan Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana (kedua kiri) mendengarkan keterangan saksi pada sidang lanjutan kasus dugaan suap dana hibah Kemenpora ke KONI di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin, 13 Mei 2019. ANTARA

    Terdakwa mantan Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana (kedua kiri) mendengarkan keterangan saksi pada sidang lanjutan kasus dugaan suap dana hibah Kemenpora ke KONI di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin, 13 Mei 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Bendahara Pengeluaran Pembantu Kementerian Pemuda dan Olahraga, Supriyono mengatakan pernah memberikan Rp 400 juta kepada asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum. Uang tersebut, kata dia, berasal dari pejabat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

    Baca: 3 Fakta Suap KONI yang Menyeret Nama Menteri Imam Nahrawi

    "Pak Mulyana kalau enggak salah waktu itu bilangnya Rp 400 juta sampai Rp 500 juta," kata dia saat bersaksi dalam sidang perkara suap dana hibah KONI dengan terdakwa Deputi IV Kemenpora, Mulyana di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, 13 Mei 2019.

    Dalam perkara tersebut, Mulyana didakwa menerima suap mobil Toyota Fortuner, Rp 300 juta, duit dalam ATM Rp 100 juta, dan ponsel Samsung dari Sekretaris Jendral KONI Ending Fuad Hamidy. Jaksa menyatakan suap itu diberikan untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan dana hibah dari Kemenpora ke KONI. Selain Mulyana, dua pegawai Kemenpora, Adhi Purnomo dan Eko Triyanto turut didakwa menerima Rp 215 juta dalam perkara ini.

    Dalam persidangan, Supriyono mengaku disuruh oleh Mulyana dan pejabat pembuat komitmen di Kemenpora Chandra Bakti untuk mencari dana Rp 400 juta sampai Rp 500 juta tersebut. Menurut dia, uang itu akan diserahkan ke Ulum sebagai dana bantuan operasional.

    Hingga akhirnya, Supriyono mendapatkan duit itu dari KONI sebanyak Rp 400 juta. Supriyono bilang duit itu pinjaman dari KONI. Setelah mendapatkan uang tersebut, Supriyono kemudian menyerahkan uang itu ke Ulum. Dia mengatakan penyerahan uang terjadi di depan masjid Kemenpora, Jakarta. "Waktu itu kantor sudah tutup, saya kasih sekitar jam 8 atau 9 malam," kata Supriyono.

    Aspri Menpora, Miftahul Ulum, sebelumnya membantah terlibat dalam dugaan korupsi dana hibah ke KONI. Ia juga membantah keterlibatan Menpora Imam Nahrawi.

    Baca: Aspri Menpora Bantah Terlibat Suap Dana Hibah Kemenpora

    "Saya bantah, saya akan jawab nanti, yang jelas tidak ada peran saya," kata Ulum saat dihubungi Tempo pada Kamis, 20 Desember 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.