Pembuat Video Adu Domba TNI - Polri Ditahan di Polres Cirebon

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto. antaranews.com

    Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto. antaranews.com

    TEMPO.CO, Cirebon - Pembuat video adu domba TNI dan Polri yang viral di media sosial berinisial IAS ditangkap di rumahnya, di Blok Kolem, Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin, 13 Mei 2019. Dia ditangkap sekitar pukul 01.00 WIB.

    Baca juga: Polisi Kejar Penyebar Video Viral Pria Ancam Penggal Jokowi

    "IAS sudah dijadikan tersangka," kata Kepala Resor Cirebon Ajun Komisaris Besar Suhermanto di Cirebon, Senin, 13 Mei 2019.

    IAS diciduk oleh tim Resmob Dir Reskrimum Kepolisian Daerah Jawa Barat. "Pada saat kami tangkap (pelaku IAS) bersama keluarga dan kuasa hukumnya (pengacara)," kata Suhermanto.

    Saat ini, kata Suhermanto, pelaku masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami alasan dia membuat dan memviralkan video tersebut. "Kami akan melakukan pemeriksaan secara intensif maksud dan tujuan membuat video dan memviralkannya," ujarnya.

    IAS diketahui memposting video adu domba TNI dan Polsi pada 12 April 2019. Video itu kemudian viral.

    Dalam video berdurasi 01.57 menit, IAS mengatakan bahwa TNI akan siap tempur dengan Polri ketika ada korban dari warga. Dia juga mengatakan bahwa pada tanggal 22 Mei adalah Hari Ulang Tahun PKI.

    Video tersebut selanjutnya viral dan polisi langsung mengambil tindakan tegas. Ada pun videonya berisi antara lain pada 22 Mei nanti merupakan ulang tahun PKI serta mengadu domba TNI dan Polri.

    Baca juga: Viral Ucapkan Revolusi di YouTube, Politikus Gerindra Dilaporkan

    IAS dijerat dengan Pasal 45A ayat 2 juntco Pasal 28 ayat 2 UU RI No 19 tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI no 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 14 atau Pasal 15 UU RI No 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dengan ancaman hukuman penjara 6 tahun dan denda 500 juta. Saat ini Polres Cirebon juga masih mendalami kemungkinan adanya dugaan keterlibatan orang lain. “Saat ini masih satu tersangka,” ujar Suhermanto.

    IVANSYAH | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.