Bantah Makar, Kivlan Zen: Saya Tak Punya Senjata dan Pengikut

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kivlan Zen, saat berkunjung di kantor redaksi Majalah TEMPO, Jln Proklamasi No 72, Jakarta Pusat, 4 Oktober 2006. TEMPO/Cheppy A. Muchlis

    Kivlan Zen, saat berkunjung di kantor redaksi Majalah TEMPO, Jln Proklamasi No 72, Jakarta Pusat, 4 Oktober 2006. TEMPO/Cheppy A. Muchlis

    TEMPO.CO, Jakarta-Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen, hadir memenuhi panggilan Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Jakarta, Senin, 13 Mei 2019. Kivlan dipanggil penyidik untuk diperiksa sebagai saksi atas laporan kabar bohong dan makar dari seorang pelapor bernama Jalaludin.

    Kepada wartawan, Kivlan membantah memiliki niat untuk makar. "Tidak benar makar. Saya tidak punya senjata, saya tidak punya pengikut, tidak punya pasukan," katanya di Gedung Bareskrim Polri.

    Baca: Datang ke Mabes Polri, Kivlan Zen: Diperiksa Sebagai Saksi Makar

    Kivlan menuturkan tidak memiliki rencana untuk mendirikan negara dan pemerintahan sendiri demi melengserkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. "Tidak ada," tuturnya.

    Sebelumnya, seseorang bernama Jalaludin melaporkan Kivlan Zen ke Bareskrim Polri pada Selasa, 7 Mei 2019. Kivlan dituduh menyebarkan berita bohong dan berniat makar terhadap pemerintah. Laporan tersebut tercatat dalam nomor laporan LP/B/0442/V/2019/Bareskrim tertanggal 7 Mei 2019.

    Simak: Dituding Makar, Kivlan Zen Polisikan Balik Pelapornya

    Kivlan berujar jika yang dimaksud makar oleh pelapornya itu adalah aksi saat dia berunjuk rasa, maka ia menilai hal itu tidak tepat. Ia beralasan negara membebaskan warganya untuk menyatakan pendapat sesuai Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyatakan Pendapat di Depan Umum.

    "Masak bicara juga tidak boleh. Apa buktinya saya makar? Kan itu semua kebebasan dan keadilan. Kalau dituduh makar, ya, runtuhlah dunia ini," ujar Kivlan Zen .


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.