Ryamizard Ryacudu: People Power Bukan Ancaman

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, saat memberi sambutan di Simposium bertema 'Perang Mindset Pada Era Keterbukaan Informasi', di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Mei 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, saat memberi sambutan di Simposium bertema 'Perang Mindset Pada Era Keterbukaan Informasi', di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Mei 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebut seruan gerakan people power yang digelorakan beberapa tokoh dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno belakangan ini bukanlah sebuah ancaman dalam negeri bangsa Indonesia.

    Baca juga: Ponpes Sunan Kalijaga: People Power di Bawaslu Rusak Ibadah Puasa

    Menurut Ryamizard, hal itu adalah sebuah bentuk protes semata yang lazim dalam proses demokrasi. "Itu hanya masalah suka, tidak suka di dalam demokrasi. Bukan ancaman negara. Kita tahu, sudah pada bubar juga kan, Demokrat ke mana, PAN ke mana," ujar Ryamizard saat ditemui di kantornya, Senin, 13 Mei 2019.

    Dia mengatakan aksi massa adalah hal biasa dalam proses demokrasi. Ihwal kepolisian menjerat beberapa tokoh tersebut dengan dugaan kasus makar, Ryamizard enggan berkomentar karena merupakan ranah kepolisian.

    "Yang jelas, bagi saya bukan ancaman. Kalau demo-demo dikit pasti adalah, ojek dilarang operasi aja demo kok," ujar dia.

    Baca: Soal People Power, Ma'ruf Amin: Kapan Kita Dewasa Berdemokrasi

    Baru-baru ini, sejumlah orang dilaporkan ke polisi atas dugaan melakukan makar. Sebut saja mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen, politikus senior Partai Gerindra Permadi, aktivis Lieus Sungkharisma, hingga pengacara Eggi Sudjana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.