Tiga Pernyataan Kontroversial Kivlan Zen di Tahun Politik

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Kepala Staf Komando  Cadangan Strategis Angkatan Darat  Mayor Jenderal  Purnawirawan Kivlan Zen di sela-sela Simposium Anti PKI di Balai Kartini Jakarta, 1 Juni 2016. TEMPO/Arkhe

    Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal Purnawirawan Kivlan Zen di sela-sela Simposium Anti PKI di Balai Kartini Jakarta, 1 Juni 2016. TEMPO/Arkhe

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal Purnawirawan Kivlan Zen kerap membuat pernyataan kontroversial pada 2019. Sasarannya Menteri Koordinator Hukum, Politik dan Keamanan Wiranto dan Presiden keenam Soesilo Bambang Yudhoyono. Berikut adalah tiga pernyataan Kivlan sepanjang 2019:

    -Wiranto Dalang Kerusuhan 1998

    Kivlan Zen berseteru dengan Menkopolhukam Wiranto pada Februari lalu soal dalang kerusuhan Mei 1998. Perseteruan dimulai saat Kivlan menuding Wiranto dalang kerusuhan di ujung masa Orde Baru dalam acara Para Tokoh Bicara 98 di Gedung Ad Premier, Jakarta Selatan, Senin, 25 Februari 2019. Selain menuding dalang kerusuhan, Kivlan juga menyebut Wiranto memainkan peranan ganda dan isu propagandis saat masih menjabat sebagai Panglima ABRI.

    Baca: Kivlan Zen Ancam Akan Buka Semua Aib SBY, Apabila ...

    Wiranto tak berterima dan meminta Kivlan membuktikan pernyataannya lewat sumpah pocong. Kivlan memilih berdebat ketimbang melakukan sumpah pocong sebagaimana tantangan Wiranto. "Tulis di Tempo, saya tantang dia debat," kata Kivlan, Selasa, 26 Februari 2019. Pada akhirnya, tantangan sumpah pocong atau debat tak ada yang terlaksana.

    Nama Kivlan tak bersih-bersih amat soal peristiwa 98 itu. Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief mengatakan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief mengatakan Kivlan menjadi komandan bisnis PAM Swakarsa atau Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa. PAM Swakarsa adalah kelompok sipil bersenjata tajam yang dibentuk oleh TNI untuk membendung aksi mahasiswa sekaligus mendukung Sidang Istimewa MPR (SI MPR) tahun 1998, yang berakhir dengan Tragedi Semanggi.

    “Pam swakarsa telah membawa korban rakyat cukup banyak dimana masa pro demokrasi diadu dengan Pam swakarsa. Rakyat puluhan tewas, Pak Kivlan mendapat untung dari bisnisnya,” ujar Andi Arief saat dihubungi pada Jumat, 10 Mei 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.