Demokrat Timbang Untung Rugi Gabung Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan empat mata dengan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Merdeka, Jakarta, 2 Mei 2019. Tempo/Friski Riana

    Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan empat mata dengan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Merdeka, Jakarta, 2 Mei 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Renanda Bachtar mengatakan mereka tak menutup peluang berkoalisi dengan pemerintah Joko Widodo atau Jokowi. Namun, sebagian pengurus cenderung memilih partai sebagai penyeimbang. "Kami masih menimbang untung-rugi bergabung dengan koalisi," kata Renanda dikutip dari Majalah Tempo edisi Senin, 13 Mei 2019.

    Baca Selengkapnya manuver Demokrat merapat ke Jokowi di Majalah Tempo terbaru

    Isu bergabungnya Demokrat dengan koalisi Jokowi kian santer setelah Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyambangi Istana Negara pada Kamis, 2 Mei.

    Agus mengaku membicarakan berbagai hal termasuk pemilihan umum. Namun soal kemungkinan berkoalisi, putra sulung Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ini mengklaim partainya menunggu hasil pemilu.

    Tiga pengurus Demokrat mengatakan SBY sebenarnya ingin bergabung ke koalisi Jokowi. Namun masih ada "luka lama" yang mengganjal, yakni hubungan dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Kedua mantan presiden itu sangat jarang bertemu setelah pemilihan presiden 2004 yang dimenangi SBY.

    Simak juga: Rekapitulasi Nasional, Jokowi Unggul Tipis di Gorontalo

    Ketua Bidang Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan partainya memang sudah mulai membahas opsi-opsi yang akan diambil setelah Pilpres 2019. Menurut Ferdinand, opsi yang dipersiapkan menyangkut kemungkinan siapa pun yang menang, baik calon presiden 01 Joko Widodo atau Jokowi maupun calon presiden 02 Prabowo Subianto.

    Ferdinand berujar Demokrat sebagai partai berpengalaman, bukan partai yang mendadak dalam mengambil sikap. Maka dari itu setiap langkah yang akan diambil dibahas jauh-jauh hari. "Karena kami tidak mau jadi partai kagetan, mendadak tiba-tiba mengambil sikap ketika peristiwanya terjadi, tidak demikian. Kami ini kan bukan partai baru lahir," kata Ferdinand, Sabtu, 11 Mei 2019.

    Baca juga: Menang di 14 Kecamatan, Prabowo Ungguli Jokowi di Medan

    Ferdinand pun berujar pembahasan itu sudah dilakukan di level elite partai yang akan mengambil keputusan. Namun, dia enggan membocorkan opsi-opsi apa saja yang dibahas. "Tunggu tanggal mainnya," ujar Ferdinand.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.