Pengamat: Partai Demokrat Hanya Punya 2 Opsi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adi Prayitno. Uinjkt.ac.id

    Adi Prayitno. Uinjkt.ac.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik asal Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, mengatakan saat ini Partai Demokrat hanya memiliki dua opsi. Tetap di koalisi oposisi atau merapat ke pemerintahan.

    Baca juga: Demokrat Anggap Arief Poyuono Tak Punya Kapasitas Bicara Koalisi

    “Hanya dua opsi yang harus dipilih Demokrat. Karena pilihan menjadi partai penyeimbang tak memihak ke pemerintah dan tak ke oposisi adalah posisi yang tak menguntungkan,” ujar Adi saat dihubungi, Ahad 12 Mei 2019.

    Partai Demokrat pada Pilpres 2014 lalu, mengambil sikap netral. Sebagai partai penengah antara koalisi partai Joko Widodo (Jokowi) atau koalisi Prabowo Subianto. Langkah ini menurut Adi takkan menguntungkan mereka karena dianggap tidak punya sikap yang jelas, bahkan bisa menyulitkan mencari teman koalisi pada 2024.

    Sedangkan di tengah masyarakat yang terpolarisasi secara ekstrim, pilihannya terbatas. “Oposisi atau pemerintah,” tuturnya.

    Partai berlogo bintang mercy ini sendiri mengakui mereka sudah mulai membahas opsi-opsi langkah mereka, menyambut pengumuman hasil pemilihan presiden 2019, 22 Mei nanti. Langkah tersebut disebutkan oleh Ketua Bidang Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.

    Menurut Ferdinand, opsi yang dipersiapkan menyangkut kemungkinan siapa pun yang menang, baik calon presiden 01 Joko Widodo maupun calon presiden 02 Prabowo Subianto. "Kami mulai dari sekarang sudah membahas opsi-opsi yang akan kami tempuh ketika Prabowo menang atau ketika Jokowi menang, apa yang akan kami lakukan," kata Ferdinand kepada Tempo, Sabtu, 11 Mei 2019.

    Baca juga: Sekjen Gerindra dan Demokrat Bertemu, Tegaskan Masih Satu Koalisi

    Ferdinand pun berujar pembahasan itu sudah dilakukan di level elite partai yang akan mengambil keputusan. Namun, dia enggan membocorkan opsi-opsi apa saja yang dibahas. "Tunggu tanggal mainnya," ujar Ferdinand.

    Dia mengatakan, koalisi dengan Prabowo-Sandiaga akan berakhir jika pasangan ini kalah di pilpres 2019. Namun seumpama menang pun, kata dia, Demokrat tetap akan melakukan evaluasi. "Apa pun nanti pengumumannya Partai Demokrat tetap akan mengevaluasi posisinya di koalisi ini," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.