Mereka yang Terjerat Kasus Makar

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kivlan Zen memberi salam pada para laskar di Apel Siaga FPI Jawa Barat di depan Gedung Sate, Bandung, 31 Mei 2016. Mereka mengajak masyarakat bersatu mengganyang komunisme gaya baru di Indonesia. TEMPO/Prima Mulia

    Kivlan Zen memberi salam pada para laskar di Apel Siaga FPI Jawa Barat di depan Gedung Sate, Bandung, 31 Mei 2016. Mereka mengajak masyarakat bersatu mengganyang komunisme gaya baru di Indonesia. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah orang dilaporkan ke polisi atas dugaan melakukan makar. Sebut saja mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen, politikus senior Partai Gerindra Permadi, aktivis Lieus Sungkharisma, hingga pengacara Eggi Sudjana.

    Baca juga: Pengamat Menilai Pasal Makar Terlalu Diobral Penegak Hukum

    Makar sendiri diartikan sebagai perbuatan atau usaha untuk menjatuhkan pemerintah yang sah. Berikut rangkumannya:

    1. Kivlan Zen dan Leius Sungkharisma

    Kivlan dan Leius dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan penyebaran berita bohong dan makar pada 7 Mei 2019. Laporan terhadap Kivlan tersebut diterima oleh polisi dengan nomor laporan LP/B/0442/V/2019/Bareskrim tertanggal 7 Mei 2019. Dalam tanda terima laporan yang diterima Tempo, Kivlan dilaporkan oleh seseorang bernama Jalaludin.

    Sedangkan laporan terhadap Lieus diterima dengan nomor laporan LP/B/0441/B/2019/Bareskrim tertanggal 7 Mei 2019. Dalam laporan itu, diketahui pelapor bernama Eman Soleman.

    Dalam laporan tersebut, keduanya dilaporkan atas Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong atau hoaks dan makar.

    2. Permadi

    Seorang pengacara bernama Fajri Safi'i melaporkan politikus Gerindra Permadi ke Polda Metro Jaya. Laporan ini berdasarkan video viral Permadi. Dalam video itu, Permadi bicara soal revolusi.Permadi awalnya mengutip pernyataan Presiden Soekarno soal perjuangan melawan penjajah. Dia kemudian berbicara soal masalah-masalah di Indonesia yang menurutnya tidak bisa diselesaikan lewat konstitusi.

    "Sekarang ini saya katakan, Tuhan sedang menyaring manusia Indonesia seperti gabah den interi. Mana yang ikut angkara murka, mana yang ikut budi luhur. Sesudah terkristalisasi, pasti akan bertemu, bertempur, korbannya sangat-sangat banyak. Tadi saya katakan, apa yang dikemukakan oleh Bapak seluruhnya benar, tetapi tidak bisa diselesaikan dengan perundingan, dengan konstitusi, dengan apa pun, kecuali dengan revolusi," demikian ucapan Permadi dalam video itu.

    Baca juga: Eggi Sudjana Tersangka Makar, Ini Bukti yang Digunakan Polisi

    3. Eggi Sudjana

    Tak hanya dilaporkan, Eggi kini sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar oleh polisi. Dia dilaporkan oleh calon legislatif PDIP S. Dewi Ambarawati atau Dewi Tanjung. Laporan itu berkaitan dengan beredarnya video ketika Eggi menyerukan people power dalam sebuah orasi.

    Selain itu, Eggi juga dilaporkan oleh Supriyanto, yang mengaku sebagai relawan dari Jokowi-Ma'ruf Center (Pro Jomac), ke Bareskrim Polri pada Jumat (19/4). Laporan Supriyanto teregister dengan nomor: LP/B/0391/IV/2019/BARESKRIM tertanggal 19 April 2019 dengan tuduhan penghasutan.

    ANDITA RAHMA | BERBAGAI SUMBER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.