Minta Demokrat Keluar Koalisi, Poyuono: Elite Seperti Undur-Undur

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden Prabowo Subianto (kedua kiri), Ketua BPN Prabowo-Sandi Djoko Santoso (kiri) disambut oleh Ketua Umum Partai Demokrat SBY (tengah), Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kedua kanan), dan Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan (kanan) saat berkunjung di Kediaman SBY di, Jakarta, Jumat, 21 Desember 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Calon Presiden Prabowo Subianto (kedua kiri), Ketua BPN Prabowo-Sandi Djoko Santoso (kiri) disambut oleh Ketua Umum Partai Demokrat SBY (tengah), Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kedua kanan), dan Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan (kanan) saat berkunjung di Kediaman SBY di, Jakarta, Jumat, 21 Desember 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono menyebut elite Partai Demokrat mencla-mencle terkait posisinya di koalisi Prabowo - Sandiaga. Sebab itu, Arief meminta Demokrat keluar saja dari Koalisi Adil Makmur.

    Baca juga: Politikus Demokrat Jelaskan Setan Gundul yang Dimaksud Andi Arief

    "Sebaiknya keluar saja dari koalisi adil makmur. Jangan elit-nya dan ketua umum kayak serangga undur-undur. Mau mundur dari koalisi aja pake mencla mencle segala. Monggo keluar saja," ujar Arief kepada wartawan pada Jumat, 10 Mei 2019.

    Menurut Arief, jika Demokrat keluar tak akan ada pengaruhnya untuk kubu Prabowo. Ia mengatakan kehadiran Demokrat malah menurunkan suara Prabowo.

    Arief menyebut, jika keluar dari koalisi pun, Demokrat belum tentu mendapat posisi di koalisi Jokowi. "Saya yakin nasibnya Demokrat akan seperti tokoh aswatama, setelàh Perang Bharatayudha, enggak diterima dimana-mana. Kami ajak koalisi cuma kasihan aja waktu itu," ujar dia.

    Adapun Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat, Imelda Sari menegaskan partainya masih tetap konsisten bersama-sama partai koalisi Adil Makmur mendukung pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandi pasca-Pemilu 2019.

    "Sampai saat ini Partai Demokrat masih tetap konsisten bersama-sama partai koalisi untuk mengawal proses penghitungan suara di KPU dan memantau perkembangan di Bawaslu hingga penetapan pada 22 Mei 2019," kata Imelda, di Media Center Prabowo-Sandi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Mei 2019.

    Baca juga: Kata Partai Demokrat Soal Koalisi Prabowo sedang Dipecah-belah

    Hal itu, kata dia, sesuai dengan apa yang diarahkan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan untuk mengawal proses demokrasi hingga selesai dan tidak bertentangan dengan konstitusi.

    "Saya kira segala sesuatu yang menyangkut 'noise' di awal pekan lalu saya minta juga untuk dihentikan karena kita juga harus menjaga dalam hal ini ketua umum juga agar tidak menjadi beban beliau," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.