Terduga Teroris Bekasi Belajar Bikin Bom dari Media Sosial

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo saat memberikan keterangan pers terkait aksi teror yang terjadi di Indonesia di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin, 6 Mei 2019. Densus 88 berhasil menangkap delapan terduga teroris di tiga wilayah Indonesia seperti Bekasi, Tegal, dan Belitung. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo saat memberikan keterangan pers terkait aksi teror yang terjadi di Indonesia di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin, 6 Mei 2019. Densus 88 berhasil menangkap delapan terduga teroris di tiga wilayah Indonesia seperti Bekasi, Tegal, dan Belitung. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi mengatakan terduga teroris Eky Yudhistira alias EY belajar membuat serta memodifikasi bom dari media sosial.

    Baca juga: Polisi Cokok Bos Teroris JAD Bekasi, Ini Sosok Eky alias Rafli

    "Selain punya kemampuan elektronik, EY juga memiliki kemampuan reparasi gawai. Dia belajar dari media sosial. Dia juga coba melihat bagaimana bom yang sudah dipraktikkan di Suriah, Irak dan Sri Lanka," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Jumat.

    Dedi Prasetyo mengatakan, EY yang merupakan pimpinan Jamaah Ansharut Daulah atau JAD Bekasi, Jawa Barat, berhasil merakit bom dari belajar di media sosial. Hal itu membuat dia semakin terpacu dan termotivasi untuk memperdalam cara membuat bom "triacetone triperoxide" (TATP) atau mother of satan.

    Platform media sosial yang digunakan untuk mendalami cara membuat bom oleh EY antara lain Twitter serta platform video Youtube.

    Sejauh ini dari belajar sendiri itu, kelompok EY sudah merakit dua bom. Polisi mendalami lebih jauh karena menemukan bahan baku cukup banyak untuk merakit bom.

    "Bahan-bahan ini cukup banyak ya, makanya Densus mendalami ini, apakah bahan-bahan sebanyak ini cuma segini atau ada di beberapa tempat, dan apakah bahan ini juga sudah diberikan kepada jaringan-jaringan EY," kata Dedi Prasetyo.

    Dalam merakit bom, EY mendanainya dari hasil menjual dan mereparasi gawai serta reparasi alat-alat elektronik.

    Baca juga: Pria yang Meledakkan Diri di Bekasi Jaringan Teroris JAD

    Setelah menangkap EY dan anggota kelompok teroris lainnya berinisial YM pada Rabu lalu, Densus 88 masih memburu anggota kelompoknya yang lain.

    "Densus 88 usaha semaksimal mungkin sebelum tanggal 22 Mei diharapkan dengan upaya-upaya yang telah dilakukan selama ini, tidak ada aksi terorisme," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.