Polisi Kembali Menangkap Anggota Kelompok Teroris JAD Bekasi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi teroris. shutterstock.com

    Ilustrasi teroris. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian kembali menangkap terduga anggota jaringan teroris JAD atau  Jamaah Ansharut Daulah Bekasi. “Tim Densus 88 hari ini menangkap terduga pelaku terorisme dan mengejar kelompok JAD Bekasi,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta, Jumat, 10 Mei 2019.

    Polisi belum merinci jumlah dan detail lokasi penangkapan itu. Yang ditangkap berafiliasi dengan jaringan JAD Bekasi pimpinan EY, pria 26 tahun yang ditangkap pada 8 Mei 2019.

    Baca: Densus 88 Tangkap Pimpinan Terduga Teroris JAD Bekasi

    Kepolisian menangkap EY di salah satu stasiun pengisian BBM di Duren Sawit, Jakarta Timur. Setelah penangkapan itu, polisi menggeledah toko ponsel milik EY, Wanky Cell, dan menemukan dua bom pipa serta bahan dan alat untuk merakit bom.

    Di hari yang sama, kepolisian juga menangkap YM, 18 tahun di kawasan Bekasi. Polisi menduga YM merupakan bawahan EY yang baru direkrut sekitar setahun yang lalu.

    Baca: Densus 88 Bekuk Seorang Terduga Teroris JAD ... 

    Kepolisian menduga JAD Bekasi berencana melakukan serangan bom menjelang pengumuman pemenang Pemilu 2019 yang akan berlangsung 22 Mei 2019. Polisi menyatakan kelompok ini akan memanfaatkan rangkaian aksi demo terkait hasil Pemilu 2019 untuk melakukan aksi mereka. Sasaran serangan, kata Dedi, yaitu aparat kepolisian dan massa demo.

    Kendati telah menangkap keduanya, Dedi mengatakan masih ada sejumlah anggota kelompok teroris JAD Bekasi yang belum tertangkap. Karena itu, saat ini kepolisian masih memburu mereka. “Beberapa anggota kelompok bisa dibilang cukup berbahaya.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.