Tokoh-tokoh Pendukung Prabowo - Sandiaga yang Terseret Perkara

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Ketua MusTi Jusuf Hamka, Ahmad Dhani, Farhat Abbas dan Ketua KomTAK Lieus Sungkharisma sepakat akan memberikan penghargaan Man Of The Year 2016 pada Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab atas kiprahnya memimpin aksi 411 dan 212, 20 Desember 2016. TEMPO/Ahmad Faiz

    (ki-ka) Ketua MusTi Jusuf Hamka, Ahmad Dhani, Farhat Abbas dan Ketua KomTAK Lieus Sungkharisma sepakat akan memberikan penghargaan Man Of The Year 2016 pada Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab atas kiprahnya memimpin aksi 411 dan 212, 20 Desember 2016. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Empat pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo - Sandiaga Uno: Bachtiar Nasir, Eggy Sudjana, Kivlan Zen dan Lieus Sungkharisma sedang beperkara di kepolisian. Kepolisian menetapkan Bactiar Nasir, menjadi tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Eggy menjadi tersangka makar lantaran menyerukan people power untuk memprotes Pilpres 2019. Kivlan dan Lieus dilaporkan atas dugaan yang mirip dengan Eggy.

    Berikut kasus-kasus mereka:

    Baca: Demo di Bawaslu, Kivlan Zen: Tak Ada Urusan dengan BPN Prabowo

    • Bachtiar Nasir

    Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri menetapkan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia Bachtiar Nasir menjadi tersangka TPPU pengalihan aset Yayasan Keadilan Untuk Semua. Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Komisaris Besar Daniel Tahi Monang Silitonga membenarkan penetapan tersangka itu pada Selasa, 6 Mei 2019.

    Bachtiar diketahui mengelola dana sumbangan masyarakat sekitar Rp 3 miliar di rekening yayasannya. Dana itu, kata Bachtiar, digunakan untuk mendanai unjuk rasa pada 4 November 2016 (Aksi 411) dan 2 Desember 2016 (Aksi 212). Dua unjuk rasa yang menuntut Basuki Tjahaja Purnama dipenjara karena menista agama.

    Dana ini juga digunakan untuk membantu korban bencana gempa di Pidie Jaya, Aceh dan bencana banjir di Bima dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Namun, polisi menduga ada pencucian uang dalam penggunaan aliran dana di rekening yayasan itu. Polisi menduga uang itu tidak digunakan untuk tujuan yang seharusnya.

    Kubu Bachtiar Nasir bolak-balik membantah pencucian uang ini. Kapitra Ampera yang pada 2017 pernah menjadi pengacara Bachtiar Nasir  mengatakan tidak ada uang yayasan atau donasi dari masyarakat yang digunakan oleh kliennya secara pribadi.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.