Densus 88 Tangkap Pimpinan Terduga Teroris JAD Bekasi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anggota teroris. shutterstock.com

    Ilustrasi anggota teroris. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap EY dan YM, terduga teroris JAD (Jaringan Ansharut Daulah) Bekasi, Rabu, 8 Mei 2019. “EY adalah seorang pimpinan JAD Bekasi menggantikan sebelumnya yang beberapa waktu tahun lalu telah ditangkap lebih dulu,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo melalui keterangan tertulis, Kamis, 9 Mei 2019. 

    EY ditangkap di SPBU Duren Sawit, Jakarta Timur. Sedangkan YM, anggota EY, ditangkap di Bekasi pada hari yang sama.

    Baca: 2 Terduga Teroris Ditangkap Saat Akan Bergabung dengan Ali Kalora

    EY adalah penyandang dana atas kelompok JAD Lampung yang ditangkap pada 4 dan 5 Mei lalu. Ia memperoleh dana dari hasil usahanya sebagai pemilik toko ponsel. “Dari toko itu dia sudah bisa mendanai kelompok JAD Lampung.”

    EY juga mengajari dua terduga teroris yang sudah ditangkap sebelumnya, SL dan S, untuk merakit bom.

    Dalam penangkapan itu Densus 88 menyita sejumlah alat bukti berupa laptop, hardisk, catatan, dan alat-alat untuk mengetes remote control pemicu bom. 

    Baca: Aksi Massa Pasca Pemilu Rawan Ditunggangi Teroris ...

    Kelompok teroris JAD Bekasi pimpinan EY telah berkolaborasi untuk melakukan “amaliah” bersama JAD Lampung pimpinan SL untuk menyasar aparat kepolisian dan momentum people power.

    EY juga telah merekrut Kautsar alias Y yang baru lulus sekolah tahun ini. “Anak ini berprestasi di bidang olahraga karate dan pernah menang tingkat nasional,” ujar Dedi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.