Kivlan Zen Dilaporkan Makar, Kubu Jokowi: Kami Bisa Memaklumi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kivlan Zen di antara para ulama saat Apel Siaga FPI Jawa Barat di depan Gedung Sate, Bandung, 31 Mei 2016. TEMPO/Prima Mulia

    Kivlan Zen di antara para ulama saat Apel Siaga FPI Jawa Barat di depan Gedung Sate, Bandung, 31 Mei 2016. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengatakan dapat memaklumi pelaporan tuduhan makar terhadap Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zen. "Kami bisa memaklumi,"  kata Ace saat dihubungi, Kamis 9 Mei 2019.

    Ia mengatakan Kivlan memang melakukan provokasi dan mengajak pada tindakan di luar jalur konstitusional. "Memprovokasi masyarakat untuk melakukan tindakan-tindakan di luar jalur konstitusi jelas merupakan langkah yang tidak dibenarkan."

    Baca: Siang Ini Kivlan Zen Akan Berunjuk Rasa di Bawaslu dan KPU

    Menurut Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar itu, pihaknya mendorong siapa pun untuk menghormati hasil pemilu. Rakyat, kata dia, telah menentukan pilihannya pada 17 April 2019.

    Oleh karena itu, menurut Ace, TKN dapat memahami jika ada pihak-pihak yang melaporkan langkah-langkah inkonstitusional. "Silakan menempuh jalur hukum, dan kita hormati langkah-langkah itu."

    Kivlan Zen dan Juru kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga Uno, Lieus Sungkharisma sebelumnya dilaporkan atas dugaan penyebaran hoaks dan makar. Dilaporkan ke Bareskrim Polri pada 7 Mei 2019.

    Baca: Ketua BPN Prabowo Mengaku Tak Tahu Aksi Kivlan Zen di KPU Besok

    Laporan terhadap Kivlan diterima polisi tanggal 7 Mei 2019. Dalam tanda terima laporan yang diterima Tempo, Kivlan dilaporkan oleh seseorang bernama Jalaludin. Sedangkan laporan terhadap Lieus juga bertanggal 7 Mei 2019 diketahui dilaporkan oleh Eman Soleman.

    Hari ini, Kamis 9 Mei, Kivlan Zen akan unjuk rasa di di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Tujuannya menuntut penyelenggara pemilu mendiskualifikasi pasangan calon nomor 01, Jokowi - Ma'ruf.

    "Siapa pun yang menghalangi kami lawan,” kata Kivlan Zen dalam sebuah konperensi pers di Jalan Tebet Timur Dalam, Jakarta, Ahad, 5 Mei 2019. Konperensi itujuga dihadiri oleh Mantan Menteri Dalam Negeri Letjen TNI (Purn) Syarwan Hamid, politikus Partai Gerindra Permadi, dan politikus Partai Amanat Nasional Eggi Sudjana.

    FIKRI ARIGI | IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.