Polri Minta KPK Segera Selesaikan Konflik Internal soal Penyidik

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kadiv Humas Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal memberikan keterangan pers terkait penangkapan Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief atas dugaan penyalahgunaan narkoba di Mabes Polri, Jakarta, 4 Maret 2019. Andi Arief ditangkap oleh tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri pada Ahad, 3 Maret 2019, di sebuah hotel kawasan Jakarta Barat dan dinyatakan positif menggunakan narkoba setelah dilakukan tes urine. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Kadiv Humas Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal memberikan keterangan pers terkait penangkapan Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief atas dugaan penyalahgunaan narkoba di Mabes Polri, Jakarta, 4 Maret 2019. Andi Arief ditangkap oleh tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri pada Ahad, 3 Maret 2019, di sebuah hotel kawasan Jakarta Barat dan dinyatakan positif menggunakan narkoba setelah dilakukan tes urine. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Polri meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menuntaskan polemik internal di tubuh KPK. Ini terkait dengan pelantikan 24 penyidik internal KPK.

    Baca: KPK Akui Masih Butuh Penyidik dari Polri

    "Kami menyarankan kepada KPK untuk segera menuntaskan ini, karena KPK adalah kebanggaan bangsa, gitu kan," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Rabu, 8 Mei 2019.

    Konflik internal di tubuh KPK berawal dari adanya ketidakpuasan penyidik unsur Polri terhadap pelantikan 24 penyelidik internal menjadi penyidik tanpa melalui tes. Sebagai bentuk ketidakpuasan itu, penyidik dari unsur Polri mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada akhir April lalu.

    Buntut dari konflik ini, timbul dugaan bahwa KPK berniat menyingkirkan penyidik dari unsur kepolisian. Karena itulah, Iqbal mendorong para pimpinan KPK menyelesaikan polemik tersebut. "Kami mendorong pimpinan KPK menyelesaikan masalah ini," ucap Iqbal.

    Lebih lanjut terkait beredarnya surat dari eks penyidik Polri di KPK yang ditujukan kepada pimpinan KPK, Iqbal mengatakan surat terbuka tersebut menjadi hak dari personel Polri yang pernah bertugas di KPK.

    "Hak mereka. Itu di luar kelembagaan. Hak dari pada senior saya di situ, Brigjen Erwanto dan adek-adek," ujar dia. Iqbal lantas meminjam narasi yang disampaikan oleh eks penyidik di KPK tersebut. Menurut dia, puluhan eks penyidik dari unsur kepolisian itu turut berkontribusi membesarkan KPK.

    "Mereka kan sudah mendedikasikan dirinya di KPK dengan begitu luar biasa, gitu kan. Dan ini sejak awal lho mereka membesarkan dan mengorbankan semua yang ada bahkan jiwa raga," ujar Iqbal.

    Baca: Hindari Loyalitas Ganda, KPK Diimbau Rekrut Penyidik Independen

    Sementara itu, KPK telah membantah isu yang menyatakan lembaganya akan menyingkirkan penyidik unsur kepolisian. Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif mengatakan isu itu tak benar. “Tidak ada niatan itu, tidak ada,” kata Laode di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 3 Mei 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.