Ditekan Petisi Pembubaran, FPI Dibela Hidayat Nur Wahid

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kelurahan Bintaro, Jakarta Selatan, Sabtu, 30 Maret 2019.

    Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kelurahan Bintaro, Jakarta Selatan, Sabtu, 30 Maret 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta --Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid membela Front Pembela Islam dari pihak-pihak yang menolak perpanjangan izin organisasi kemasyarakatan tersebut. Menurut Hidayat, FPI selama ini tak pernah melakukan tindakan separatis, mengajak makar, terlibat korupsi atau narkoba.

    Baca : Izin FPI Hampir Habis, Ketua Umum: Kami Siapkan Perpanjangan

    Direktur Organisasi Kemasyarakatan, Kementerian Dalam Negeri Lutfi membenarkan kabar bahwa izin FPI hampir berakhir. "Iya, akan berakhir pada Juni," kata Lutfi lewat pesan teks kepada Tempo, Selasa, 7 Mei 2019.
     
    Menurut Lutfi, organisasi kemasyarakatan yang tidak lagi terdaftar di Kementerian Dalam Negeri, tidak berhak mendapatkan layanan dari pemerintah.
     

    Hidayat mengklaim FPI selama ini justru mendukung pemberantasan narkoba dan korupsi, mendukung penguatan NKRI, dan menolak separatisme.

    "Emang kesalahannya FPI apa? Kesalahan hukumnya, kan, harus terlihat sangat jelas," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 8 Mei 2019.

    Penolakan terhadap perpanjangan izin FPI ini sebelumnya disampaikan melalui petisi di situs change.org. Di laman change.org itu, pembuat petisi membeberkan alasan singkat mengapa meminta izin FPI disetop.

    "Karena organisasi tersebut adalah merupakan kelompok radikal, pendukung kekerasan, dan pendukung HTI," tulis pembuat petisi dikutip pada Selasa malam, 7 Mei 2019. Hingga hari ini pukul 11.30 WIB, petisi telah ditandatangani lebih dari 135 ribu orang.

    Hidayat menyebut penolakan serupa juga pernah terjadi sebelumnya. Menurut dia, kala itu masyarakat akhirnya menerima lantaran sudah cerdas dalam menilai FPI.

    "Kalaupun ada seratus ribu yang menandatangani petisi semacam itu akan ada sejuta lebih yang akan mendukung FPI. Jadi menurut saya di negara demokrasi biarlah semuanya berlaku secara demokratis, pergunakan akal sehat," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.