Kasus E-KTP, Eks Menkeu Agus Marto Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara KPK Febri Diansyah menggelar konferensi pers pengembangan kasus suap DPRD Malang di kantornya, Jakarta Selatan pada Selasa, 9 April 2019. TEMPO/Andita Rahma

    Juru bicara KPK Febri Diansyah menggelar konferensi pers pengembangan kasus suap DPRD Malang di kantornya, Jakarta Selatan pada Selasa, 9 April 2019. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Menteri Keuangan Agus D.W Martowardojo mangkir dari pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus korupsi e-KTP. Agus tidak hadir tanpa memberikan pemberitahuan. “Belum kami peroleh informasi terkait dengan alasan ketidakhadiran saksi,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Selasa, 07 Mei 2019.

    Baca juga: KPK Periksa Politikus Gerindra Rindoko untuk Markus Nari

    Sedianya Agus akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka, Markus Nari. Selain Agus, KPK juga akan memeriksa anggota DPR Ahmadi Nur Supit. Supit seusai pemeriksaan menyatakan tak tahu menahu soal proyek e-KTP. Dia berdalih sudah tidak menjabat sebagai Ketua Badan Anggaran DPR ketika proyek itu dibahas. Dia bilang pembahasan anggaran dilakukan ketika Banggar DPR diketuai politikus Partai Golkar Melchias Markus Mekeng. “E-KTP bukan jaman saya,” kata dia.

    KPK menetapkan Markus Nari sebagai tersangka sejak 17 Juli 2017. KPK menyangka anggota DPR periode 2009-2014 telah secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain, atau sebuah korporasi dalam pengadaan KTP elektronik tahun 2011-2013 di Kemendagri. Markus telah ditahan KPK pada 1 April 2019.

    Sebelumnya, KPK juga telah menetapkan politikus partai Golkar itu menjadi tersangka perintangan penyidikan atau obstruction of justice atas terdakwa Iman dan Sugiharto. Dia juga disangka telah merintangi penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terhadap anggota DPR Miryam S Haryani. KPK menduga Markus mempengaruhi ketiga orang tersebut untuk memberikan keterangan tidak benar dalam sidang kasus e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

    Baca juga: Kasus E-KTP, KPK Periksa Chairuman Harahap untuk Markus Nari

    Sejauh ini, 8 orang telah divonis pengadilan bersalah dalam kasus e-KTP. Mereka adalah, Setya Novanto, Irman, Sugiharto, pengusaha Andi Narogong, Anang Sugiana Sudihardjo dan Made Oka Masagung. Selain itu, keponakan Setya, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo juga sudah divonis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?