Bea Cukai, BNN dan TNI AL Sinergi Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kg Sabu

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bea Cukai bersama BNN dan TNI AL berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu jaringan internasional di  Berau, Kaltim

    Bea Cukai bersama BNN dan TNI AL berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu jaringan internasional di Berau, Kaltim

    INFO NASIONAL -- Bersinergi dengan BNN dan TNI Angkatan Laut, Bea Cukai pada Jumat 3 Mei 2019 lalu berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu jaringan internasional di Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

    Pengungkapan penyelundupan sabu tersebut merupakan pengembangan dari informasi masyarakat tentang adanya pengiriman sabu dari Tawau, Malaysia menuju Sulawesi melalui Biduk-Biduk.

    “Setelah melakukan pengintaian target di sebuah penginapan di wilayah wisata Teluk Sulaiman, Biduk–Biduk, petugas kemudian melakukan penggerebekan kamar yang dihuni target dan didapati satu buah tas yang berisi lima kemasan plastik berisi narkotika jenis sabu seberat 5,4 kg,” kata Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Kalimantan Bagian Timur, Rusman Hadi.

    Dari penindakan ini petugas berhasil mengamankan seorang tersangka laki-laki berinisial B (51 tahun) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tambak.

    Atas penggalan narkotika jenis sabu ini petugas berhasil menyelamatkan 27.000 jiwa dari penyalahgunaan narkotika tersebut dengan asumsi 1 gram sabu dikonsumsi 5 orang.

    “Mengingat rawannya peredaran narkotika di wilayah Kalimantan Timur, sinergi semua instansi mulai dari Bea Cukai, TNI, POLRI, BNN, Lembaga Yudikatif, Lembaga Pemasyarakatan, Pemprov Kalimantan Timur dan instansi lainnya, serta peran serta aktif masyarakat, sangat dibutuhkan untuk berperang melawan musuh bersama yaitu narkotika,” ujar Rusman. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.