KPK Geledah Rumah Hakim Kayat di Balikpapan

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif (kanan) bersiap menunjukkan barang bukti kasus dugaan suap kepada Hakim perkara pidana di Pengadilan Negeri Balikpapan Tahun 2018 di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu, 4 Mei 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif (kanan) bersiap menunjukkan barang bukti kasus dugaan suap kepada Hakim perkara pidana di Pengadilan Negeri Balikpapan Tahun 2018 di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu, 4 Mei 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan Kayat di Balikpapan pada Ahad, 5 Mei 2019. Penggeledahan tersebut merupakan bagian dari proses penyidikan kasus suap yang menjerat Kayat menjadi tersangka.

    Baca: KPK Tangkap Seorang Hakim di Balikpapan

    "Penggeledahan dilakukan hari Minggu di rumah KYT," kata Kepala Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati, di kantornya, Jakarta, Senin, 6 Mei 2019.

    KPK melakukan operasi tangkap terhadap Kayat pada Jumat, 3 Mei 2019. Selain menangkap Kayat, KPK juga menangkap empat orang lain. "Dalam tangkap tangan ini, KPK mengamankan lima orang di Balikpapan," kata Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif, saat jumpa pers, di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu, 4 Mei 2019.

    Selain Kayat, KPK menangkap Sudarman, Jhonson Siburian, Rosa Isabela yang merupakan staf Jhonson, Kayat, dan panitera muda pidana, Fahrul Azami. Dari lima orang tersebut, tiga ditetapkan sebagai tersangka suap penanganan perkara pidana di PN Balikpapan Tahun 2018.

    Pada hari Ahad KPK juga menggeledah rumah Panitera Muda PN Balikpapan Fahrul Azami dan kantor pengacara, Jhonson Siburian di Balikpapan. Fahrul sempat ditangkap dalam operasi tangkap tangan, namun kemudian dilepaskan. Sementara, Jhonson adalah pengacara terdakwa kasus pemalsuan surat tanah di Balikpapan, Sudarman.

    KPK menyangka Sudarman dan Jhonson menjanjikan uang Rp 500 juta kepada Kayat. Suap diberikan agar Kayat memvonis bebas Sudarman. Keduanya ditetapkan menjadi tersangka pemberi suap.

    Yuyuk mengatakan tim KPK juga melakukan penggeledahan pada Senin, 6 Mei 2019. Penggeledahan dilakukan di PN Balikpapan dan kantor, serta rumah milik Sudarman di Balikpapan.

    Dalam penggeledahan selama dua hari itu, KPK menyita dokumen persidangan terkait kasus pemalsuan surat yang menjadikan Sudarman sebagai tersangka. Tim, kata Yuyuk, juga menyita bukti penyetoran dana, barang elektronik, dan beberapa berkas terkait perkara yang sedang disidik KPK.


  • KPK
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.