Politikus Demokrat Jelaskan Setan Gundul yang Dimaksud Andi Arief

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ferdinand Hutahaean menjawab pertanyaan wartawan di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu, 13 April 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ferdinand Hutahaean menjawab pertanyaan wartawan di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu, 13 April 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Divisi Bidang Hukum Demokrat Ferdinand Hutahaean menjelaskan soal setan gundul yang dimaksud koleganya Andi Arief. Ferdinand mengatakan, setan gundul hanya julukan saja bagi pihak-pihak yang memberi info menyesatkan.

    Baca juga: Kata Partai Demokrat Soal Koalisi Prabowo sedang Dipecah-belah

    Musababnya, ujar Ferdinand, Andi menganalisis dari kemenangan SBY pada pemilu 2009. Saat itu, SBY menang telak di semua Jawa, namun hanya mendapat 60 persen suara nasional. "Sementara saat ini, Pak Prabowo kalah di beberapa Jawa. Kenapa bisa klaim 62 persen? harusnya di bawah itu," ujar dia saat dihubungi, Senin, 6 Mei 2019.

    Menurut Ferdinand, Andi Arief tak tega Prabowo dijerumuskan orang-orang di sekelilingnya dengan data yang salah. Menurut Ferdinand, ia sudah berkomunikasi dengan Andi Arief terkait cuitannya itu.

    "Saya sudah komunikasi dengan Andi Arief. Beliau mengatakan, benar itu tweet dia," ujar Ferdinand.

    Menurut Ferdinand, cuitan tersebut diungkapkan Andi Arief sebagai kewajiban moral mengawal BPN Prabowo-Sandi dan koalisi adil makmur. "Menurut andi Arief, Prabowo dipasok informasi dan data yang salah sehingga terjerumus. Data apa itu, menyatakan Prabowo menang 62 persen entah darimana datanya," ujar dia.

    Sebelumnya Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief lewat akun Twitter-nya menyebut adanya setan gundul yang memberi informasi sesat soal kemenangan 62 persen Prabowo.

    "Setan Gundul ini yang memasok kesesatan menang 62 persen," cuit Andi Arief lewat akun twitter-nya @AndiArief__ pada Senin, 6 Mei 2019.

    Baca juga: Demokrat Merasa Berhak Bertemu Jokowi Tanpa Koordinasi dengan BPN

    Atas hal ini, Andi Arief menyebut, Demokrat hanya ingin melanjutkan koalisi dengan Gerindra, PAN, PKS, Berkarya dan rakyat. "Jika Pak Prabowo lebih memilih mensubordinasikan koalisi dengan kelompok setan gundul, Partai Demokrat akan memilih jalan sendiri yang tidak khianati rakyat," cuit Andi Arief.

    Menurut Andi, selama ini elemen setan gundul yang tidak rasional itu, mendominasi di koalisi mereka. "Dan cilakanya Pak Prabowo mensubordinasikan dirinya. Setan Gundul ini yang memasok kesesatan menang 62 persen," cuit Andi Arief.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.