LPN Tetapkan Tiga Strategi Tingkatkan Produktivitas Nasional

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rapat pleno LPN tahun 2019 di Jakarta, Jumat, 3 Mei 2019.

    Rapat pleno LPN tahun 2019 di Jakarta, Jumat, 3 Mei 2019.

    INFO NASIONAL - Lembaga Produktivitas Nasional (LPN) mendorong pemerintah untuk mempercepat peningkatkan produktivitas dan daya saing melalui Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan  Daya Saing (GNP2DS) di seluruh Indonesia.

    "Itu kunci untuk bisa menjadi negara maju dan bisa keluar dari jebakan kelas menengah. Kita harus jadikan program LPN menjadi  budaya bagi pekerja untuk meningkatkan produktiitas dan daya saing," kata Wakil Ketua LPN, Iskandar Simorangki, usai menggelar rapat pleno LPN tahun 2019 di Jakarta, Jumat, 3 Mei 2019.

    Program kedua hasil rapat pleno, kata Iskandar Simorangkir, yakni memberikan usulan kepada pemerintah berupa sistem pengupahan yang adil dengan tidak merugikan pekerja dan pemberi kerja (pengusaha). 

    "Untuk menjadi negara maju, konflik antara pekerja dengan pemberi kerja harus diselesaikan. Yakni memberi usulan ke pemerintah sistem pengupahan yang tidak merugikan pekerja dan pemberi kerja," ucapnya.

    Program ketiga yakni peningkatan SDM sebagai kunci sukses sebuah negara. Untuk itu, pleno LPN memberikan masukan kepada presiden bagaimana meningkatkan kualitas SDM sehingga produktivitasnya meningkat. "Kalau tidak bisa tingkatkan produktivitas, kita akan terjebak ke dalam kelas menengah," ujarnya.

    Hadir dalam rapat pleno Ketua Tim Kerja LPN 2019 Bomer Pasaribu, Wakil Ketua Tim Kerja Moedjiman, Wakil Ketua Iskandar Simorangkir, 17 anggota LPN dari Kementerian, Sekretariat LPN.

    Sementara Direktur Bina Produktivitas Ditjen Binalattas Kemnaker, M. Zuhri, mengatakan pleno ini juga menyepakati untuk merevitalisasi atau memberdayakan LPN sebagai lembaga yang memberikan efek terhadap peningkatan produktivitas sebuah bangsa. 

    Menurut Zuhri, ke depan produktivitas merupakan tolok ukur sebuah bangsa maju yakni bangsa yang produktif. "Karena itu pilihannya bangsa kita harus produktif agar bisa maju dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain," katanya. 

    Zuhri menambahkan terpilihnya Sekjen APN kali pertama dari Indonesia yaitu AKP Mochtan, diyakini akan menentukan arah kebijakan terkait peningkatan produktivitas dan posisi Indonesia secara regional maupun internasional. 

    Menurut Zuhri, making Revolusi 4.0 memberikan keuntungan dan merupakan tantangan bagi peningkatan produktivitas tenaga kerja khususnya di bidang pengelolaan human resources dan peningkatan daya saing dalam era globalisasi ini.

    "Untuk meningkatan produktivitas tenaga kerja, upaya pemerintah melalui Kemnaker telah membuat program Triple Skilling yaitu Skilling, Reskilling dan Upskilling," ujarnya.

    Zuhri menegaskan kinerja yang telah dan akan dilakukan oleh LPN yakni meningkatkan peran LPN melalui revisi Peraturan Presiden Nomor 50 Tahun 2005, dan melakukan sinkronisasi lembaga tersebut dengan kegiatan-kegiatan Association Productivity Organization (APO). "Implementasi GNP2DS merupakan salah satu target prioritaskan Kemnaker," katanya. 

    Hal senada dikatakan Sekjen APO terpilih Mochtan, bahwa untuk menuju sebagai negara maju kuncinya terletak pada produktivitas. "Today is better than yesterday and tomorrow is better than today," ucap Mochtan.

    Dibandingkan negara-negara lain di Asean, produktivitas Indonesia masih di bawah negara Thailand, Malaysia, terutama singapura. "Nah, ini kesempatan bagi kita bagaimana produktifitas kita maju juga. Jadi produktifitas kita sudah membaik tapi belum optimal. Tetapi kita harus lebih baik lagi dan tetap optimis," katanya. (*)

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.