Bertemu Mahfud MD - Dahlan Iskan, SBY Serukan Redam Tensi Politik

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY memasukkan kertas suara dalam Pemilu serentak 2019, di salah satu TPS di Singapura, Kamis, 14 April 2019. Ani Yudhoyono dirawat di Singapura sejak awal bulan Februari. ANTARA/Anung

    Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY memasukkan kertas suara dalam Pemilu serentak 2019, di salah satu TPS di Singapura, Kamis, 14 April 2019. Ani Yudhoyono dirawat di Singapura sejak awal bulan Februari. ANTARA/Anung

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta para tokoh untuk ikut meredakan tensi politik setelah Pemilu. “Jika terjadi perbedaan yang fundamental maka dialog dan pertemuan tentunya dapat menghadirkan solusi yang baik bagi bangsa dan negara,” kata SBY dalam keterangan tertulis pada Jumat, 3 Mei 2019.

    Baca: AHY ke Istana, Kubu Jokowi Puji Sikap SBY dan Demokrat

    Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat ini muncul setelah ia bertemu dengan Sinta Nuriyah, Alissa Wahid, Mahfud MD, Dahlan Iskan, dan tokoh Gerakan Suluh Kebangsaan, di National University Hospital (NUH). Pada Jumat, 3 Mei 2019, para tokoh ini menjenguk Ani Yudhoyono.

    Eskalasi politik setelah Pemilu 2019 lalu cenderung naik. Saling deklarasi kemenangan dari kedua pasangan calon presiden-wakil presiden, tudingan kecurangan pemilu, sampai ancaman people power terjadi pada rentang waktu beberapa bulan ke belakang. 

    Upaya untuk meredakan tensi ini, telah dilakukan oleh pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi - Ma’ruf Amin. Jokowi, saat deklarasi kemenangannya yang pertama di resto Plataran, Menteng, Jakarta, menyebut telah mengutus delegasi untuk berkomunikasi dengan kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

    Belakangan diketahui, delegasi tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Pada 22 April lalu, Luhut sempat menelepon Prabowo untuk mengatur pertemuan, namun akhirnya gagal karena Prabowo beralasan sedang sakit flu.

    "Ya memang saya sudah telepon sama pak Prabowo, bicara per telepon. Ya kami kan teman," kata Luhut saat ditemui di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 22 April 2019.

    Selain itu, Ma’ruf Amin juga menyatakan keinginannya bertemu Sandiaga Uno dengan tujuan rekonsiliasi. Sandiaga Uno, pun sempat menyanggupi ajakan bertemu tersebut. Namun hingga saat ini pertemuan antar calon wakil presiden itu belum juga terlaksana.

    Namun pendapat berbeda diungkapkan oleh koordinato juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak. Menurut dia, narasi rekonsiliasi setelah pemungutan suara pemilihan presiden 2019 yang disuarakan sejumlah tokoh tidaklah tepat.

    Simak juga: SBY dan Ani Yudhoyono Penyumbang Terbesar Dana Kampanye Demokrat

    Dahnil menilai tak perlu ada rekonsiliasi lantaran tidak ada pihak yang sedang berkonflik. "Pertanyannya begini, rekonsiliasi apa? Emang ada yang sedang berantem? Emang ada yang sedang konflik? Enggak ada," kata Dahnil ketika dihubungi, Jumat, 26 April 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.