Polisi Buru Pemilik Blog Hoaks Kapolri Perintahkan Tembak Rizieq

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jendral Tito Karnavian memimpin upacara sertijab perwira tinggi Polri salah satunya posisi Kabareskrim Polri di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 24 Januari 2019. Kapolri melantik belasan pejabat Polri yang baru dimutasi. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Kapolri Jendral Tito Karnavian memimpin upacara sertijab perwira tinggi Polri salah satunya posisi Kabareskrim Polri di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 24 Januari 2019. Kapolri melantik belasan pejabat Polri yang baru dimutasi. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar Polri sedang memetakan profil pemilik blog yang menyebarkan kabar bohong atau hoaks soal Kepala Polri atau Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan agar menembak mati Rizieq Shihab, pentolan Front Pembela Islam (FPI).

    Baca: Kapolri Tito Karnavian Bantah Perintah Tembak Mati Rizieq Shihab

    "Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri sedang mendalami pemilik blog tersebut," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan pada Jumat, 3 Mei 2019.

    Sebelumnya di internet dan sejumlah media sosial tersebar artikel yang berjudul "HRS Akan Kerahkan People Power, Polri: Kami Siap Tembak 'Mati' Perusuh NKRI Sekalipun Itu Cucu Nabi".

    Artikel tersebut bercerita soal Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mendorong rekonsiliasi antara kubu Joko Widodo - Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno setelah Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. Tertulis pula jika Tito telah memerintahkan anggotanya agar tak segan menembak mati Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

    Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian pun membantah memerintahkan anggotanya untuk tembak mati Rizieq Shihab terkait seruan people power. Ia mengatakan artikel tersebut hoaks.

    "Ada beberapa hoaks yang mengatasnamakan saya. Contohnya, perintah Kapolri tembak di tempat meskipun itu cucu nabi. Tidak ada saya mengatakan itu," kata Tito di Ruang Rapat Utama Markas Besar Polri, Jakarta, Kamis, 2 April 2019.

    Simak juga: Pesantren Sunan Kalijaga Tolak Seruan People Power Rizieq Shihab

    Menurut Tito, polisi kini tengah mengejar pembuat kabar bohong tersebut. Ia menilai berita ini berusaha mengadu domba antara dia dan ulama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.