Polisi Tetapkan Empat Anggota Anarko Sindikalisme Tersangka

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi mengejar demonstran saat kerusuhan pecah saat Hari Buruh Internasional atau May Day di Bandung, Rabu, 1 Mei 2019. Fotografer Tempo, Prima Mulia tidak mendapatkan kekerasan fisik, namun diintimidasi untuk menghapus file foto di kameranya. TEMPO/Prima Mulia

    Polisi mengejar demonstran saat kerusuhan pecah saat Hari Buruh Internasional atau May Day di Bandung, Rabu, 1 Mei 2019. Fotografer Tempo, Prima Mulia tidak mendapatkan kekerasan fisik, namun diintimidasi untuk menghapus file foto di kameranya. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menetapkan dua tersangka anggota kelompok Anarcho Syndicalism atau Anarko Sindikalisme di Jawa Barat. Keduanya dibidik dengan pasal 170 KUHP karena disangka menimbulkan kerugian materiil pada peringatan Hari Buruh, 1 Mei 2019. "Dari hasil audit total kerugian dari ulah dua orang kurang lebih sekitar Rp 3,5 juta," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan pada Jumat, 3 Mei 2019.

    Anarko Sindikalisme melakukan keributan dan vandalisme di sejumlah daerah di Indonesia saat peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2019.

    Baca: ICJR Kritik Cara Polri Tangani Kelompok Anarko Sindikalisme

    Sebelumnya, Kepolisian Daerah Jawa Barat sudah mengidentifikasi jumlah anggota kelompok Anarko Sindikalisme 619 orang, yang terbagi 326 anggota dewasa dan 293 remaja. Polisi menggunakan pola persuasif untuk anggota remaja, yakni pembinaan dengan memanggil orang tua mereka.  

    Di Jawa Barat, polisi juga menetapkan dua orang lainnya sebagai tersangka aksi ribut dan tersangka vandalisme di Malang. "Mereka dikenai pasal tindak pidana pingan, pasal 489 KUHP," ujar Dedi. Sedangkan di Surabaya, enam anggota kelompok wajib lapor.

    Polisi masih mengidentifikasi apakah ada unsur peristiwa pidana dalam aksi di wilayah DKI Jakarta, Jawa Tengah, Makassar, DIY Yogyakarta, Semarang, dan Sumatera Utara. Polri akan bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM untuk mengidentifikasi legalitasnya serta menggandeng Badan Intelijen Negara untuk memantau penyebaran kelompok itu di berbagai daerah di Indonesia.

    Baca: Polri Sedang Petakan Penganut Doktrin Buruh Anarko Sindikalisme ...

    Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian pun menyayangkan ulah kelompok Anarko Sindikalisme. Ia menilai, ada semacam doktrin dari kelompok itu di luar negeri mengenai masalah pekerja.

    Menurut Tito, paham Anarko Sindikalisme merupakan fenomena internasional. Berkembang di Rusia, lalu menyebar ke negara-negara lain di Eropa. Paham ini mulai masuk ke Indonesia beberapa tahun terakhir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.