SBY dan Ani Yudhoyono Penyumbang Terbesar Dana Kampanye Demokrat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY menunjukkan surat suara saat menggunakan hak suaranya dalam Pemilu serentak 2019, di salah satu TPS, di Singapura, Kamis, 14 April 2019. SBY berada di Singapura untuk mendampingi istrinya yang sedang dirawat. ANTARA/Anung

    Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY menunjukkan surat suara saat menggunakan hak suaranya dalam Pemilu serentak 2019, di salah satu TPS, di Singapura, Kamis, 14 April 2019. SBY berada di Singapura untuk mendampingi istrinya yang sedang dirawat. ANTARA/Anung

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), beserta Istri, Ani Yudhoyono, menyumbang dana kampanye terbesar untuk partai berlambang mercy ini, yakni Rp 3,485 miliar dari jumlah total dana kampanye Rp 190 miliar.

    Baca: Beri Instruksi ke Kader Demokrat, SBY Dipuji Kubu Jokowi

    “Kalau yang terbesar baik perorangan maksimum 2 setengah ya. Salah satu penyumbang terbesar itu dari Pak SBY sendiri, Rp 2,485 miliar. Juga ada dari Ibu Ani sekitar Rp 1 miliar. Sisanya perorangan,” kata Sekretaris Jenderal Demokrat Hinca Pandjaitan usai melaporkan dana kampanye kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis 2 April 2019.

    Menurut Hinca, sumbangan ini tidak menyalahi Undang-undang, yakni sumbangan perorangan maksimum Rp 2,5 miliar. Sedangkan sumbangan perusahaan Rp 25 miliar, dan kelompok masyarakat Rp 25 miliar. Peraturan ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

    Adapun biaya yang dikeluarkan untuk kampanye bertotal  Rp 190 miliar. Dengan rincian Rp 180 miliar dari caleg itu, sedangkan sisanya dari partai, dan perorangan yang menyumbang.

    Dari jumlah tersebut dana dari partai sebanyak Rp 1,380 miliar, sedangkan dari caleg Rp 180,871 miliar. Pengeluaran terbanyak kata dia, ada dari kebutuhan alat peraga kampanye caleg. Sedangkan iklan di media, hanya menghabiskan Rp 4 miliar.

    “Kalau dilihat dengan hasil ini dengan anggaran kami untuk hasil itu, saya kira signifikan lah. Karena ini angka yang sangat sederhana dan tidak terlalu besar dibandingkan yang lalu,” kata dia.

    Simak juga: Datangi KPU, Sekjen Partai Demokrat Sampaikan Pesan dari SBY

    Strategi mereka tahun ini, kata Hinca, memfokuskan pada caleg dan alat-alat peraga seperti spanduk dan baliho yang langsung menyentuh pemilih sebagai metode kampanye. Sedangkan iklan kampanye di televisi dikurangi cukup besar. Dari total pengeluaran, menurut estimasi Hinca, kurang lebih tersisa Rp 300 juta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.