Tempo Minta Kapolri dan Kapolda Jabar Usut Kekerasan Jurnalis

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Redaksi Tempo.co Wahyu Dhyatmika saat menjadi pembicara dalam seminar dan peluncuran buku

    Pemimpin Redaksi Tempo.co Wahyu Dhyatmika saat menjadi pembicara dalam seminar dan peluncuran buku "Alibaba's World" di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, 5 Maret 2019. Seminar tersebut bertajuk "Winning The Fierce Competition in the E-Commerce World: The Alibaba Story, How a Schoolteacher Built a $400 Billion Business from His Apartment" dan peluncuran buku karya Porter Erisman berjudul Alibaba's World. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin redaksi Tempo.co Wahyu Dhyatmika mengecam keras pemukulan terhadap jurnalis foto Tempo bernama Prima Mulia oleh aparat kepolisian. Penganiayaan itu terjadi ketika Prima sedang meliput aksi Hari Buruh Internasional di Bandung, Jawa Barat pada Rabu, 1 Mei 2019.

    Baca: Kronologi Penganiayaan Dua Jurnalis Foto oleh Polisi di Bandung

    "Kami mengecam keras pemukulan fotografer kami di Bandung," kata Wahyu saat dihubungi, Rabu, 1 Mei 2019.

    Prima bersama jurnalis foto lepas Iqbal Kusumadireza (Rezza) mengalami tindak kekerasan oleh aparat kepolisian. Prima sempat dicekek dan diancam secara verbal. Sementara, Reza mengalami luka di sekujur tubuhnya setelah ia dipukuli dan ditendang.

    Tempo, kata Wahyu, meminta Kepala Kepolisian RI dan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat untuk bertanggung jawab dan mengusut tuntas kasus ini. "Pastikan pelakunya diproses secara hukum," ucap Wahyu.

    Polisi menangkap demonstran ketika kerusuhan pecah saat aksi Hari Buruh Internasional atau May Day di Bandung, Rabu, 1 Mei 2019. Dua orang jurnalis mendapat tindakan kekerasan dari polisi saat meliput unjuk rasa tersebut. TEMPO/Prima Mulia

    Wahyu mengatakan kekerasan terhadap jurnalis oleh aparat keamanan kerap terjadi di Indonesia. Hal itu menunjukkan ada masalah serius dalam pendidikan polisi dan cara mereka menghadapi jurnalis di lapangan. Padahal ada Undang-Undang Pers yang melindungi wartawan dalam menjalankan pekerjaannya.

    "Apa pun yang terjadi, polisi tidak boleh menghalangi kerja jurnalis. UU Pers melindungi wartawan dari ancaman siapa pun, termasuk polisi," ujarnya.

    Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menggelar aksi saat peringatan Hari Buruh Internasional 2019 (May Day) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu, 1 Mei 2019. Dalam aksi peringatan May Day 2019 ini AJI menuntut kesejahteraan untuk seluruh jurnalis di Indonesia dan mengingatkan kasus persekusi dan PHK sepihak yang menghantui jurnalis Indonesia. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Bandung Komisaris Besar Irman Sugema menjanjikan akan menindaklanjuti kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh anggotanya kepada jurnalis foto saat meliput Hari Buruh Internasional di Bandung pada Rabu, 1 Mei 2019.

    "Kita sesuaikan di Polrestabes ada Propam yang menangani permasalahan ini,” ujar Irman kepada wartawan di Rumah Sakit Borromeus Bandung, Rabu, 1 Mei 2019.

    Baca: Kapolrestabes Bandung Siap Tindak Anggota yang Aniaya Jurnalis

    Irman menyebutkan kejadian tersebut terjadi saat anggotanya sedang menangani massa aksi yang diduga rusuh. Sehingga, kata dia, anggotanya tidak melihat ada wartawan yang sedang melakukan peliputan. “Kita juga mau mendalami terkait dugaan apakah ada miss atau tindakan di luar kontrol,” katanya.

    ANDITA RAHMA | IQBAL TAWAKAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.