Harta Bupati Talaud Melonjak 3 Kali Lipat

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Kepulauan Talaud (nonaktif), Sri Wahyumi Maria Manalip, resmi memakai rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan pasca terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK, di gedung KPK Jakarta, Rabu, 1 Mei 2019 dini hari. Penyidik KPK resmi melakukan penahanan selama 20 hari pertama terhadap tiga orang tersangka antara lain Sri Wahyumi Maria Manalip, Timses Bupati, Benhur Lalenoh dan pengusaha, Bernard Hanafi Kalalo. TEMPO/Imam Sukamto

    Bupati Kepulauan Talaud (nonaktif), Sri Wahyumi Maria Manalip, resmi memakai rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan pasca terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK, di gedung KPK Jakarta, Rabu, 1 Mei 2019 dini hari. Penyidik KPK resmi melakukan penahanan selama 20 hari pertama terhadap tiga orang tersangka antara lain Sri Wahyumi Maria Manalip, Timses Bupati, Benhur Lalenoh dan pengusaha, Bernard Hanafi Kalalo. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip menjadi tersangka suap proyek perbaikan pasar di Kabupaten Talaud. Dia disangka menerima uang, perhiasan, dan arloji mewah dari pengusaha penggarap proyek itu.

    "KPK menyimpulkan telah terjadi tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji di Kabupaten Talaud," kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, di kantornya, Jakarta, pada Selasa, 30 April 2019.

    LihatBupati Talaud Jadi Tersangka Kasus Proyek Revitalisasi Pasar

    Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang diunduh dari situs KPK, Sri baru dua kali melaporkan harta kekayaannya, yakni pada 2010 dan 2018. Laporannya yang terakhir itu dilakukannya pada saat mencalonkan diri menjadi Bupati dalam Pilkada Kabupaten Kepulauan Talaud 2018. Saat itu Sri mencatatkan total harta kekayaannya senilai Rp 2,2 miliar.

    Hartanya itu terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp 1,14 miliar yang tersebar di Talaud dan Manado, Sulawesi Utara. Sri juga tercatat memiliki dua sepeda motor dan lima mobil masing-masing Honda CR-V, Honda Civic, Nissan Terano, Nissan Frontier, dan Daihatsu Xenia dengan nilai total Rp 598 juta. Sri Wahyumi juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 75 juta dan uang kas Rp 422 juta.

    Harta kekayaan Bupati Talaud melonjak sekitar tiga kali lipat dibandingkan pada 2010. Pada saat dia menjabat anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud, hartanya senilai Rp 745 juta. Hartanya didominasi kendaraan bermotor dengan nilai Rp 400 juta lalu kas Rp 284 juta, tanah dan bangunan senilai 33 juta, serta logam mulia Rp 27 juta.

    SimakLima Pejabat Kementerian Ini Paling Malas Lapor Kekayaan ke KPK

    Dalam perkara suap  yang menjeratnya saat ini, KPK menyangka Bupati Talaud Sri menerima suap Rp 513 juta dalam bentuk uang tunai, arloji mewah dan perhiasan dari pengusaha, Bernard Hanafi Kalalo. KPK menilai itu hanya sebagai dari total komitmen fee sebesar Rp 8 miliar yang akan diterima Sri dari proyek revitalisasi dua pasar di Kabupaten Talaud. KPK mencurigai ada proyek lain yang dimanfaatkan untuk lahan korupsi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.