Kasus Suap KONI, Menpora Pakai Anggaran Kementerian untuk Umroh

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menpora Imam Nahrowi membagikan bola bertandatangan Presiden Joko Widodo ke suporter pada pembukaan Piala Presiden 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, 16 Januari 2018. Piala Presiden 2018 ini dibuka dengan laga Persib Bandung melawan Sriwijaya FC dan PSM Makasar melawan PSMS Medan. ANTARA/M Agung Rajasa

    Menpora Imam Nahrowi membagikan bola bertandatangan Presiden Joko Widodo ke suporter pada pembukaan Piala Presiden 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, 16 Januari 2018. Piala Presiden 2018 ini dibuka dengan laga Persib Bandung melawan Sriwijaya FC dan PSM Makasar melawan PSMS Medan. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, JakartaMenteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengakui pernah menggunakan anggaran kementerian untuk membiayai perjalanan umrahnya. Tak sendiri, Menpora pergi umrah bersama asisten pribadinya, Miftahul Ulum dan sejumlah pejabat di Kementerian Pemuda dan Olahraga.

    Awalnya, Imam mengaku datang ke Jeddah, Arab Saudi, untuk menghadiri undangan Federasi Asian Paralayang. Setelah itu, ia baru melakukan umrah. "Umrah ini perjalanan dinas atau bukan?" Jaksa bertanya kepada Imam yang menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus suap Dana Hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk terdakwa Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy, Selasa, 30 April 2019.

    Baca: Sekjen KONI: Sesmenpora Mengeluh karena Menpora Minta Uang

    "Saya menghadiri Asian Paralayang," jawab Imam.

    "Pertanyaan saya, umrah perjalanan dinas atau bukan?" Jaksa mengulang pertanyaannya.

    "Undangannya itu perjalanan dinas. Umrah ya saya kira umat Islam," jawab Nahrawi. Tak lama, ia kemudian mengakui bahwa umrah tidak termasuk dalam kegiatan dinasnya.

    "Jadi Anda umrah pakai anggaran Kemenpora?"

    "Iya," ujar Menpora.

    Setelah mendengar pengakuan Imam, Jaksa juga menanyakan sejumlah penarikan uang di Mekkah. "Di tanggal 27 masuk Rp50 juta, itu sama dengan keterangan Bendahara KONI, ada penarikan di Mekkah, kafe kasino, dan beberapa tempat di Mekkah," kata Jaksa.

    Baca: Menpora Jadi Saksi: Tak Tahu Kerja Deputi Hingga Dimarahi Jaksa

    Dalam perkara suap KONI, KPK telah menetapkan lima tersangka. Mereka adalah Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Mulyana; Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora sekaligus Ketua Tim Verifikasi Kemenpora untuk Asian Games 2018, Adhi Purnomo; dan staf Kemenpora, Eko Triyanto, sebagai tersangka penerima suap. Untuk Mulyana, dia juga dijerat tersangka penerima gratifikasi.

    Sedangkan untuk pemberi suap, yakni Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI Jhonny E Awuy. Kelimanya sudah selesai menjalani proses penyidikan. Ending dan Johnny sudah menjalani persidangan. Sementara, Mulyana, Adhi, dan Eko telah dilimpahkan ke tahap penuntutan.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.