Pemindahan Ibu Kota, Jokowi Akan Konsultasi dengan DPR

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi, membawa paket makan siang saat melakukan peninjauan pabrik di Cikupa, Tangerang, Jawa Barat, Selasa 30 Apri 2019. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi, membawa paket makan siang saat melakukan peninjauan pabrik di Cikupa, Tangerang, Jawa Barat, Selasa 30 Apri 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan akan berkonsultasi dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat terkait rencana pemindahan ibu kota ke luar Pulau Jawa. "Kita akan konsultasikan ke DPR, juga ke tokoh-tokoh formal maupun informal, tokoh politik, tokoh masyarakat," kata Jokowi di PT KMK Global Sports I, Cikupa, Tangerang, Banten, Selasa, 31 April 2019.

    Baca: Di Balik Keputusan Jokowi Pilih Pengganti Ibu Kota di Luar Jawa

    Ia mengatakan konsultasi dengan DPR diperlukan karena menyangkut visi ke depan dalam membangun sebuah ibu kota pemerintahan yang representatif. Jokowi menginginkan ibu kota yang Indonesiasentris, yaitu merepresentasikan keadilan dan mendorong percepatan pembangunan, khususnya wilayah kawasan timur Indonesia.

    Selain itu, kata Jokowi, pemindahan ibu kota juga memerlukan payung hukum. Sehingga, wacana tersebut perlu dikaji dari aspek hukum, sosial, dan politik. "Kalau sudah matang (kajiannya), nanti diputuskan. Tapi ini tetap harus dikonsultasikan ke DPR," kata dia.

    Sebelum memutuskan pemindahan ibu kota ke luar Pulau Jawa, Jokowi mendengarkan masukan mengenai tiga alternatif dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Alternatif pertama adalah ibu kota tetap di Jakarta, namun dibuat distrik khusus pemerintahan. Kantor-kantor pemerintahan itu nantinya akan berpusat di kawasan Istana, Monas, dan sekitarnya.

    Sedangkan alternatif kedua adalah memindahkan pusat pemerintahan ke wilayah sekitar Jakarta, seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Namun, kedua alternatif dinilai memiliki kelemahan, yaitu hanya menguatkan Jakarta sebagai pusat segalanya di Indonesia.

    Baca: Jokowi Ingin Pindahkan Ibu Kota, Bagaimana Nasib Jakarta?

    Adapun alternatif ketiga adalah yang dipilih Jokowi, yaitu memindahkan ke luar Jawa. Ini mencontoh Brasil yang memindahkan ibu kota dari Rio de Janeiro ke Brasilia yang jauh di Amazon. Kemudian Canberra di antara Sydney dan Melbourne. Demikian juga Astana di Kazakhstan karena ibu kotanya ingin dipindah lebih dekat ke arah tengah dari negaranya. Juga Naypyidaw yang juga lebih ke dalam negara Myanmar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?