Budiman Sudjatmiko Terancam Tak Lolos ke Parlemen

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Budiman Sudjatmiko dan Fahri Hamzah saat diskusi di DPR-RI Jakarta, Jum'at (14/11). Soeharto dalam iklan PKS sebagai pahlawan dan guru bangsa, sangat tidak layak karena korupsi dan masalah kemanusiaan. TEMPO/Wahyu Setiawan

    Budiman Sudjatmiko dan Fahri Hamzah saat diskusi di DPR-RI Jakarta, Jum'at (14/11). Soeharto dalam iklan PKS sebagai pahlawan dan guru bangsa, sangat tidak layak karena korupsi dan masalah kemanusiaan. TEMPO/Wahyu Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon legislatif Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Budiman Sudjatmiko, terancam tidak lolos ke parlemen. Namun, Budiman mengaku mafhum karena ia terlalu sibuk terlibat di Tim Kampanye Nasional (TKN) untuk mengkampanyekan Joko Widodo atau Jokowi - Ma’ruf Amin.

    Baca: Ini Kata Budiman Sudjatmiko Soal Amien Rais dan People Power

    “Kemungkinan sih gak lolos. Tapi gak ada masalah lah. Sudah dua kali juga saya di DPR,” kata Budiman saat dihubungi, Selasa 30 April 2019.

    Budiman yang mencalonkan diri dari daerah pemilihan Jawa Timur VII ini mengaku sejak awal tidak ingin kembali mencalonkan diri untuk yang ketiga kalinya. Namun, permintaan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, akhirnya mengubah pikirannya.

    Dia menceritakan, Hasto sempat memintanya untuk membantu memenangkan Jokowi di Kabupaten Pacitan dan Magetan. Caranya dengan kembali maju menjadi caleg, sembari berkampanye untuk Jokowi di dua daerah tersebut.

    “Bantu Pak Jokowi dari sana untuk menang. Sambil kamu, supaya ada alasan fokus di sana juga kamu harus nyaleg,” ujar Budiman menirukan permintaan Hasto.

    Upayanya itu ia klaim tak sia-sia. Ketimbang 2014, suara untuk Jokowi di dua daerah ini ia sebut telah meningkat, meski tak tahu persis berapa perolehannya.

    Namun, ia mengakui, fokus memenangkan Pilpres dan berkegiatan di TKN cukup menyita waktu. Sehingga ia kerap tak sempat berkampanye untuk dirinya sendiri. Dalam sebulan Budiman mengaku hanya dua kali turun ke dapil. “Jadi wajar kalau saya gak lolos. Saya gak terlalu kaget,” tutur mantan Ketua Partai Rakyat Demokratik itu.

    Meski percaya dirinya tak akan lolos, ia mengatakan masih berupaya mengumpulkan dokumen C1 dari dapilnya. Menurut berbagai sumber penghitungan, dia mengatakan, dua hari lalu suaranya masih berkisar 45 ribu suara. Budiman menyebut, di dapilnya perolehan suara itu tidak akan meloloskannya ke parlemen.

    Baca: Budiman Sudjatmiko Ibaratkan Jokowi seperti Bisnis Startup

    Selepas lengser dari DPR pada September nanti, Budiman mengatakan akan merintis hal lain di luar politik. “Saya sedang mendorong adanya inovasi teknologi sosial di desa-desa untuk menyongsong industri revolusi ke-4,” tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.