Ini Agenda dan yang Akan Diundang oleh Ijtima Ulama III

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif (peci putih tengah), bertemu dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, di Jalan Daksa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 20 Februari 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif (peci putih tengah), bertemu dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, di Jalan Daksa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 20 Februari 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pelaksana Ijtima Ulama III, Slamet Maarif, mengatakan agenda musyawarah Ijtima Ulama 3 adalah paparan dari Tim Pemenangan dan relawan serta paparan para ahli hukum dan tata negara juga politik. Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional kali ini akan membahas sikap pascapemilihan presiden 2019.

    Akan halnya penanggung jawab Ijtima Ulama III, Muhammad Yusuf Martak, mengatakan tujuan dari ijtima ini adalah memberi pedoman kepada rakyat untuk mengambil sikap, dalam menghadapi pilpres yang mereka nilai penuh kecurangan. "Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional 3 adalah keniscayaan memimpin umat islam melawan kezaliman dan kecurangan dengan cara Syar‘i dan konstitusional," kata Yusuf dalam konferensi pers di Tebet, Jakarta Selatan, Senin, 29 April 2019. Cebong adalah sebutan pendukung Prabowo terhadap pendukung pasangan Jokowi - Ma'ruf.
    .
    Baca: Ijtima Ulama Tiga, Slamet: Yang Sudah Jadi Cebong Tak Diundang

    Meski begitu, Slamet mengatakan belum dapat memastikan siapa saja tokoh yang politik atau hukum tata negara yang akan datang."Sedang dikomunikasikan oleh Steering Committee.” Alasannya demi keamanan tokoh dan narasumber.

    Surat undangan baru akan dikirimkan kepada para ulama dan tokoh nasional kemarin, Senin 29 April 2019. Ia yakin ribuan ulama dapat turut serta. "Dari Banten setidaknya 80 orang akan datang, dari Aceh sekitar 10."

    Baca: Soal Ijtima Ulama Ketiga, Moeldoko: Apa ... 

    Dalam Ijtima Ulama I, yang berlangsung 27-29 Juli 2018, merekomendasikan Ketua Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Mereka juga merekomendasikan dua tokoh islam sebagai calon wakil presidennya. Namun pasca dipilihnya Sandiaga Uno sebagai wakil, Ijtima Ulama kedua pun menerima keputusan itu. Ijtima II ini juga menelurkan 17 poin pakta integritas yang ditandatangani oleh Prabowo.

    Sejak dilaksanakannya Ijtima Ulama dan tokoh nasional pertama pada Juli tahun lalu, beberapa tokoh beralih memilih mendukung paslon 01. Salah satunya adalah Ketua Umum Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahendra.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.