Ijtima Ulama Tiga, Slamet: Yang Sudah Jadi Cebong Tak Diundang

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif saat berbicara kepada awak media di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta, Kamis, 25 Oktober 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif saat berbicara kepada awak media di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta, Kamis, 25 Oktober 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional 3 dipastikan akan digelar di Hotel Lor In, Sentul, Bogor, pada 1 Mei 2019. Meski begitu, Ketua Pelaksana, Slamet Maarif, mengatakan tak akan mengundang ulama maupun tokoh yang telah menyatakan dukungan pada pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo - Ma'ruf Amin.

    Baca juga: Evaluasi Pilpres 2019, PA 212 Akan Gelar Ijtima Ulama Ke-3

    "Semua yang diundang di Ijtima Ulama 1 dan 2 akan kami undang, kecuali yang sudah menjadi cebong tidak akan kami undang," kata Slamet dalam konferensi pers di Tebet, Jakarta Selatan, Senin, 29 April 2019.

    Kata cebong merujuk pada pendukung pasangan Jokowi - Ma'ruf. Sejak dilaksanakannya Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional pertama pada Juli tahun lalu, memang diketahui ada beberapa tokoh yang memilih menyatakan dukungan pada paslon 01.

    Salah satunya adalah Ketua Umum Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahendra. Yusril hadir di Ijtima Ulama pertama. Ijtima itu merekomendasikan mengusung Prabowo Subianto sebagai presiden. Namun belakangan, Yusril bersama-sama PBB masuk ke partai koalisi pendukung Jokowi - Ma'ruf.

    Tak hanya itu, Ijtima yang akan membahas kecurangan di Pemilihan Presiden 2019 itu juga tak akan mengundang kubu 01. Padahal, salah satu agendanya adalah pemaparan kecurangan pilpres dari tim pemenangan dan relawan.

    "Pemaparan (kecurangan) yang akan memaparkan pasti dari BPN (Badan Pemenangan Nasional) yaitu dari paslon 02. Karena yang merasa dirugikan dan menerima kecurangan itu adalah paslon 02," kata Penanggungjawab Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional 3, Muhammad Yusuf Martak.

    Baca juga: Rizieq Shihab Serukan Peserta Reuni 212 Pilih Capres Ijtima Ulama

    Ia menegaskan ijtima ini hanya akan membahas kecurangan di Pilpres 2019 saja. Bila ada kecurangan di pemilihan legislatif, baik dari partai manapun, tidak akan menjadi pembahasan.

    Slamet meyakini Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional nanti akan tetap banyak dihadiri peserta. Meski baru akan mengirim undangan hari ini, namun ia yakin sejumlah ulama akan siap hadir.

    "Dari Banten setidaknya ada 80 orang yang akan datang, dari Aceh ada sekitar 10," kata Slamet.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.