Enggartiasto Lukita Bantah Kasih Duit Rp 2 Miliar ke Bowo Sidik

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita tiba di gedung KPK untuk menghadiri acara buka puasa bersama para pimpinan KPK, 22 Mei 2018. Dalam acara ini, KPK juga mengadakan kegiatan konsolidasi dan silaturahmi dengan sejumlah tamu undangan. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita tiba di gedung KPK untuk menghadiri acara buka puasa bersama para pimpinan KPK, 22 Mei 2018. Dalam acara ini, KPK juga mengadakan kegiatan konsolidasi dan silaturahmi dengan sejumlah tamu undangan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita membantah jika telah memberikan uang Rp 2 miliar kepada anggota DPR, Bowo Sidik Pangarso. "Apa urusannya saya ngasih duit? Dari saya, saya yakin betul tidak ada," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 29 April 2019.

    Berita terkait: KPK Geledah Ruang Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita

     

    Bowo saat ini berstatus sebagai tersangka kasus suap kerja sama pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT Humpuss Transportasi Kimia. Politikus Partai Golkar itu diduga menerima uang Rp 1,2 miliar dari Manager Marketing PT HTK Asty Winasti untuk membantu perusahaan kapal itu memperoleh kontrak pengangkutan pupuk.

    Namun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Bowo tak cuma menerima uang dari satu sumber, karena lembaga anti-rasuah itu mendapatkan bukti telah terjadi penerimaan lain terkait jabatannya selaku anggota DPR. Belakangan tim KPK menyita 400 ribu amplop berisi pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu dengan jumlah Rp 8 miliar dari kantor PT Inersia Tampak Engineer. KPK menengarai Bowo akan membagikan uang itu saat hari pencoblosan untuk serangan fajar.

    Kepada penyidik Bowo mengaku uang Rp 2 miliar dari Rp 8 miliar tersebut berasal dari Enggartiasto agar ia mengamankan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 16/M-DAG/PER/3/2017 tentang Perdagangan Gula Kristal Rafinasi Melalui Pasar Lelang Komoditas, yang akan berlaku akhir Juni 2017. Saat itu Bowo merupakan pimpinan Komisi VI DPR yang salah satunya bermitra dengan Kementerian Perdagangan dan Badan Usaha Milik Negara.

    Menurut Enggar, yang bisa memberikan izin kepada perusahaan terkait perdagangan gula rafinasi adalah dirinya, bukan Bowo. Itu sebabnya ia mempertanyakan tudingan tersebut. "Kenapa saya harus member uang kepada orang lain?”

    Baca juga: Bowo Sidik Mengaku Mendapatkan Rp 2 M dari Menteri Enggartiasto

    Hari ini, KPK telah melakukan penggeledahan ruang kerja Enggartiasto Lukita. Penggeledahan itu berlangsung ketika Enggar sedang mengikuti rapat terbatas tentang pemindahan Ibu Kota di kantor Presiden. Ia mengaku belum mendapat informasi terkait barang apa saja yang disita oleh penyelidik KPK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.