Rekapitulasi Internal, Koalisi Jokowi Kuasai 60,7 Persen Parlemen

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja usai menyerahkan Laporan Dana Awal Kampanye pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, Jakarta, Sabtu, 22 September 2018. TEMPO/M Rosseno Aji

    Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja usai menyerahkan Laporan Dana Awal Kampanye pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, Jakarta, Sabtu, 22 September 2018. TEMPO/M Rosseno Aji

    TEMPO.CO, Jakarta - Jika Jokowi dinyatakan menang dalam pemilihan presiden atau Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum, dukungan parlemen kepadanya dipastikan akan solid. Hal ini tercermin dari jumlah kursi yang dikuasai oleh Koalisi Indonesia Kerja lewat pemilihan legislatif.

    Baca juga: Pejabat TKN Menghormat dan Salam Siap Presiden kepada Jokowi

    Berdasarkan proses rekapitulasi manual secara berjenjang yang dilakukan Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf, Koalisi Indonesia Kerja setidaknya mendapatkan 349 kursi atau 60,7 persen di parlemen.

    Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto mengatakan, hal ini merupakan suatu dukungan yang akan memperkuat sistem presidensial, jika calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi memimpin kembali untuk periode 2019-2024. Atas dasar kuatnya legitimasi rakyat dan parlemen tersebut, ujar Hasto, koalisinya akan lebih mudah menepis berbagai isu yang dikembangkan pihak-pihak tertentu yang mencoba melakukan gerakan yang disebutnya menghasut rakyat.

    "Pemerintahan kedua Pak Jokowi tidak hanya makin efektif dan solid," ujar Hasto lewat keterangan tertulis pada Senin, 29 April 2019.

    Selain itu, rekapitulasi internal TKN juga menunjukkan Jokowi - Ma'ruf masih unggul dari Prabowo - Sandi dengan selisih suara diperkirakan lebih dari 18,5 juta suara. "Sekali lagi, hasil ini membuktikan bahwa quick count tidak pernah meleset karena bertumpu pada metode ilmiah, dan sangat akurat, karena seluruh data diambil berdasarkan dokumen otentik C1 Plano," ujar Hasto.

    Adapun Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk pilpres 2019 hingga Senin, 29 April 2019 pukul 08.00, masih mencatat keunggulan pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin atas Prabowo - Sandiaga Uno. Jokowi - Ma’ruf meraih 42.877.773 suara, sedangkan Prabowo - Sandiaga mendapat 33.415.845 suara.

    Baca juga: Jokowi Konsolidasi Internal dengan TKN dan Influencer

    Suara yang masuk ke KPU sudah mencapai 49,91 persen dari total suara hasil pencoblosan. Dilansir dari situs pemilu2019.kpu.go.id, perolehan suara Jokowi - Ma'ruf mencapai 56,20 persen; sedangkan Prabowo - Sandiaga adalah 43,80 persen. Selisihnya 9.461.928 suara atau 12,40 persen.

    Rekapitulasi akhir KPU secara nasional rencananya dilakukan pada 22 Mei 2019. KPU tetap akan menggunakan perhitungan manual berjenjang untuk memutuskan hasil akhir Pemilu 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.