Gubernur Jabar: Milenial dan Generasi Z Penentu Indonesia Juara

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam acara Young Entrepreneur Festival 2019 di Gedung Youth Center Arcamanik, Bandung, Sabtu, 27 April 2019.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam acara Young Entrepreneur Festival 2019 di Gedung Youth Center Arcamanik, Bandung, Sabtu, 27 April 2019.

    INFO NASIONAL – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berpandangan, generasi milenial dan generasi Z yang kompetitif, merupakan syarat terwujudnya Indonesia negara terkuat ketiga dunia pada tahun 2045.

    Menurut Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, selain pertumbuhan ekonomi di atas lima persen dan situasi politik yang kondusif, posisi generasi penerus ini sangat vital.

    “Mereka harus mampu berkomunikasi berbahasa Inggris. Selain itu keahlian digital juga harus jadi kebutuhan, bukan pilihan,” kata Emil dalam acara Young Entrepreneur Festival 2019 di Gedung Youth Center Arcamanik, Bandung, Sabtu, 27 April 2019.

    Gubernur Emil mengakui dirinya  memiliki tanggung jawab memfasilitasi kaum muda Jawa Barat agar mampu bersaing di tingkat global. Tahun ini, misalnya,  akan diterbitkan peraturan daerah tentang ekonomi kreatif, membangun badan ekonomi kreatif daerah, dan membangun 27 gedung creative center di tiap daerah. "Tugas saya menyiapkan kebijakan agar adik-adik kita ini menjadi pemenang di masa depan," ujarnya.

    Ia mengingatkan, musuh bangsa saat ini adalah hoaks. Untuk menangkalnya Emil meminta masyarakat terbiasa dengan budaya literasi. “Musuh kita hari ini hoaks, makanya budayakan literasi atau tabayyun," ucapnya.

    Emil optimistis kaum muda Jawa Barat bisa berkontribusi besar dalam menjadikan Indonesia negara adidaya. "Saya yakin karena anak-anak Jawa Barat kreatif, mampu bersaing dan dekat dengan teknologi," katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.