Peringati Hardiknas, Mendikbud Jalan Santai Bersama Pegawai

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy melepas karyawan kemendikbud melakukan  jalan sehat bersama keluarga, Minggu 28 April 2019

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy melepas karyawan kemendikbud melakukan jalan sehat bersama keluarga, Minggu 28 April 2019

    INFO NASIONAL -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy melepas karyawan kemendikbud melakukan  jalan sehat bersama keluarga, Minggu 28 April 2019. Kegiatan ini merupakan bagian dari Pekan Pendidikan dan Kebudayaan yang digelar dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional.

    Start dilakukan di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat dengan rute melewati Semanggi dan kembali lagi ke kantor Kemendikbud.

    Sesaat sebelum pelepasan jalan santai, Muhadjir mengatakan bahwa kegiatan ini sudah menjadi aktivitas rutin Kemendikbud, dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional. "Ini sudah tahun keempat kita laksanakan, senang sekali perayaan Pekan Pendidikan dan Kebudayaan tahun ini berjalan dengan sangat meriah dan semarak di semua daerah " ujarnya di Jakarta, 28 April 2019.

    Tahun ini, perayaan Hardiknas juga juga dirayakan secara semarak di semua daerah  sejak tanggal 20 April 2019. Penyelenggaraan Pekan Hardiknas di 34 provinsi di Indonesia merupakan kerja sama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikbud di daerah, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), dan dinas pendidikan provinsi.

    Muhadjir juga menyampaikan terima kasihnya kepada segenap karyawan Kemendikbud, yang menjadikan acara peringatan Hari Pendidikan Nasional ini berjalan lancar dan menyenangkan. Selain itu, Muhadjir juga mengungkapkan rasa syukurnya karena ujian nasional berjalan dengan lancar. Menurutnya, kini waktunya mengevaluasi apa yang sudah dilakukan untuk menjadi proyeksi apa yang akan dilakukan ke depan untuk memajukan pendidikan dan kebudayaan.

    Sebelumnya, Pekan Pendidikan dan Kebudayaan ini telah resmi dibuka Muhadjir Effendy, pada Jumat 26 April 2019, di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, yang ditandai dengan pelepasan ratusan burung oleh Mendikbud, bersama-sama sejumlah pejabat dan pegawai, guru, dan siswa jenjang pendidikan dasar hingga menengah.

    Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam Pekan Pendidikan dan Kebudayaan di kantor Kemendikbud, di antaranya, pameran buku murah, pertunjukan kesenian, lomba-lomba, pameran beasiswa, festival karier, ngobrol publik bekerjasama dengan komunitas Semua Murid Semua Guru, pentas seni, Festival Band, dan sebagainya.

    Sementara itu, Abdullah, Direktur Pembinaan PTK PAUD Dikmas mengungkapkan bahwa salah satu agenda Hardiknas ini adalah kegiatan seminar, yang bertujuan meningkatkan kualitas guru. Seminar ini akan diadakan Senin 29 April 2019. “Kualitas guru sangat penting, namun tak kalah pentingnya pendidikan karakter,” ucapnya.

    Lebih jauh, Abdullah mengungkapkan karakter harus ditumbuhkan dan dibiasakan melalui contoh dan teladan bapak dan ibu guru. Untuk itulah, pendidik menjadi kunci keberhasilan program penguatan pendidikan karakter (PPK) yang digulirkan pemerintah.

    Acara Jalan santai ini pun semakin meriah dengan kedatangan para artis  seperti Nirina Zubir, Egi D'Acedemy, Rency Milano, Elma Teana, Rony Dozzer, Rama, dan Gery Ishak yang ikut larut dalam kegembiraan pada hari ini.

    Puncak perayaan Hardiknas tanggal 2 Mei 2019, yang akan berlangsung di halaman kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, diawali dengan Upacara Bendera Peringatan Hardiknas 2019, didahului dengan parade peserta upacara berpakaian daerah nusantara.

    Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pesta kuliner, ngobrol publik dengan influencer, final festival band siswa SMA, dan ditutup dengan pertunjukan wayang orang, dengan pemeran para pejabat eselon 1 dan 2 Kemendikbud. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.