Partai Demokrat Tegaskan Masih Bersama Koalisi Prabowo

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komandan Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (tengah)  pada acara Rapat Akbar Prabowo-Sandi di Stadion Sidolig, Bandung, Kamis, 28 Maret 2019. ANTARA/Novrian Arbi

    Komandan Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) pada acara Rapat Akbar Prabowo-Sandi di Stadion Sidolig, Bandung, Kamis, 28 Maret 2019. ANTARA/Novrian Arbi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nasidik menegaskan belum ada niat partai untuk bergabung dengan koalisi pro pemerintah. Saat ini, Rachland mengatakan Demokrat tetap teguh berada di kubu oposisi bersama Pasangan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

    Baca juga: Indo Barometer: Suara Demokrat Turun Efek Pamor SBY Berkurang

    "Kami dikenal sebagai anggota koalisi yang kritis, bukan oportunis. Kami tidak meninggalkan kawan yang sedang mengalami kesulitan," kata Rachland saat dihubungi Tempo, Ahad, 28 April 2019.

    Wacana penambahan partai baru di koalisi pemerintah muncul setelah Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan hadir di Istana Negara untuk menemui Presiden Joko Widodo. Belakangan, Zulkifli menyatakan ia datang sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, dan pertemuan itu bukan membahas koalisi.

    Meski begitu, wacana ini tetap muncul ke permukaan. Partai Demokrat yang tergabung dalam koalisi Indonesia Adil Makmur, menyatakan tak ada pembahasan sama sekali di internal partai, untuk berpindah kubu.

    Baca juga: Soal Instruksi SBY, Demokrat Bantah Tarik Diri dari BPN Prabowo

    "Tidak ada pembahasan tentang hal dimaksud di partai. Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) juga sedang fokus dengan perawatan Ibu Ani di Singapura," kata Rachland.

    Rachland menyebut belum ada komunikasi antara Partai Demokrat dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma'ruf Amin, terkait tawaran koalisi.

    "Kalaupun kami bersedia berkomunikasi, itu hanya mungkin pada momentum konstitusional yang benar dan dengan orang yang benar," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.