Wujudkan Jabar Layak Anak, Pemprov Kembangkan Permainan Tradisional

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya saat meninjau Pasar Desa Wisata Jabar Juara menuju Jawa Barat sebagai Provinsi Layak Anak  di Kampung Bolang, Desa Cibuluh, Subang, Sabtu , 27 April 2019.

    Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya saat meninjau Pasar Desa Wisata Jabar Juara menuju Jawa Barat sebagai Provinsi Layak Anak di Kampung Bolang, Desa Cibuluh, Subang, Sabtu , 27 April 2019.

    INFO NASIONAL -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat konsisten mengembangkan permainan tradisional  untuk membentuk karakter anak khas Sunda dan mewujudkan Jabar sebagai provinsi layak anak atau provila.
     
    Demikan dikatakan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya, saat meninjau Pasar Desa Wisata Jabar Juara menuju Jawa Barat sebagai Provinsi Layak Anak  di Kampung Bolang, Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Sabtu, 27 April 2019.
     
    Menurut Atalia, permainan tradisional anak kini sudah banyak yang punah dan yang tersisa semakin ditinggalkan karena kalah bersaing dengan permainan digital. "Hari ini kami hadir untuk mendekatkan anak-anak dengan permainan tradisional yang selama ini tampaknya hampir punah karena tergerus oleh gadget," katanya.
     
    Atalia mengapresiasi Pasar Wisata atau disingkat Pa Sarwi ini, karena membangkitkan kembali banyak permainan tradisional yang khas dan dekat dengan alam. "Mudah-mudahan kegiatan ini bisa mendorong Jawa Barat sebagai provinsi layak anak," ujarnya. 
     
    Atalia mengingatkan anak memiliki empat hak yang wajib dipenuhi orang tua, yakni hak hidup, hak berpartisipasi, hak untuk mendapat mendapat perlindungan, dan hak untuk cukup dan berkembang sesuai dengan usianya. Melalui permainan anak tradisional ini, diharapkan empat hak anak tersebut dapat  dipenuhi oleh banyak orang tua di Jawa Barat.
     
    Desa Cibuluh terbagi dalam empat dusun yakni Dusun Bolang 1, Bolang 2, Bolang 3, dan Dusun Ciseupan. Selain banyak permainan tradisional, wisatawan yang berkunjung juga dapat menikmati keindahan alam dan budaya masyarakat setempat. Ada juga area seluas 5.000 meter persegi yang menjadi wahana budaya bernuansa khas Sunda. Hingga saat ini, Kampung Budaya Bolang sudah mengoleksi 2.600 permainan tradisional seluruh Indonesia dan 340 permainan seluruh Jawa Barat.
     
    Biaya masuk ke desa tersebut Rp 50.000 per orang untuk satu kelompok minimal anggota 50 orang. Ada 10 permainan yang akan diajarkan, dua diantaranya permainan di air. Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Wahyu Iskandar, menyatakan, Pemprov Jabar tak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga  pembangunan karakter masyarakat. Salah satunya adalah membangun provinsi layak anak dengan media permainan anak tradisional.
     
    "Terdapat kurang lebih dua ratus jenis permainan anak tradisional atau yang biasa disebut dengan istilah kaulinan urang lembur. Kegiatan ini merupakan salah satu program pengembangan nilai daerah," kata Wahyu. (*)
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.