Ma'ruf Amin: Pemilu Jangan Kayak Anak Kecil Berburu Layangan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin berorasi saat hadir pada kampanye terbuka di Lapangan Kamboja, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Sabtu 30 Maret 2019. Kampanye terbuka tersebut dihadiri calon Wakil Presiden K.H. Ma'ruf Amin untuk memenangkan pasangan nomor urut 01 tersebut pada Pemilu serentak 17 April mendatang. ANTARA FOTO/Dodo Karundeng

    Calon Wakil Presiden nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin berorasi saat hadir pada kampanye terbuka di Lapangan Kamboja, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Sabtu 30 Maret 2019. Kampanye terbuka tersebut dihadiri calon Wakil Presiden K.H. Ma'ruf Amin untuk memenangkan pasangan nomor urut 01 tersebut pada Pemilu serentak 17 April mendatang. ANTARA FOTO/Dodo Karundeng

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, meminta kepara para relawan dan peserta Pemilu 2019 bersikap dewasa dalam menghadapi kemenangan atau kekalahan. Ma'ruf mengingatkan jangan sampai hasil pemilu justru memecah belah bangsa.

    Baca: Ma'ruf Amin: Jangan Bilang Saya Wapres Dulu, Tapi Siap-siap Jadi

    "Jangan sampai kita mati-matian ingin menang, kalah ingin menang juga. Jangan kayak anak kecil di kampung berburu layangan, kalau enggak dapat dirusakin saja semua biar semua enggak dapat," kata Ma'ruf saat menyampaikan sambutan dalam acara syukuran relawan Unicorn di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu, 27 April 2019.

    Ia pun mengingatkan soal bahayanya jika hal itu dilakukan. “Kalau layangan kan rusaknya cuma segitu. Kalau negara, waduh, hancur lebur 260 juta orang. Kasihan anak kita, cucu kita," katanya.

    Dalam kesempatan itu, Ma'ruf kembali meminta kepada para relawan untuk tidak buru-buru mendeklarasikan kemenangan dan menunggu hasil penghitungan resmi dari KPU yang akan diumumkan pada 22 Mei 2019.

    Menurut Ma’ruf, peserta pemilu yang mayoritas adalah orang Islam, harus menunjukkan kedewasaannya dengan menerima kesepakatan yang dibentuk sejak awal soal kalah dan menang dalam pemilu. Ia mengatakan orang Islam itu al-muslimah, orang Islam itu harus memenuhi perjanjiannya. Jadi, dia melanjutkan, orang Islam tidak boleh cedera janji tidak boleh khianat. "Karena itu, kita sadarkan teman-teman kita untuk bisa mengalah. Toh masih ada lima tahun lagi,” ujarnya.

    Baca: TKN Dorong Pertemuan Ma'ruf Amin dengan Sandiaga Uno

    Ia pun meminta para relawan untuk berdoa supaya tidak terjadi kegaduhan dalam proses penghitungan suara hingga selesai. Kepada relawan, dia juga meminta mereka agar siap menang dan siap kalah. "Kita sudah berjanji sejak awal teken kontrak siap menang siap kalah, kalau tidak siap kalah ini repot," ujar dia.

    MUH. HALWI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.