Wawancara Khusus Jokowi: Kampanye Makin Sibuk, Berat Badan Stabil

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berbincang dengan salah satu peserta dalam pameran Inacraft 2019 di Jakarta, Rabu, 24 April 2019. Jokowi melihat sejumlah stan setelah meresmikan pameran tersebut. ANTARA

    Presiden Jokowi berbincang dengan salah satu peserta dalam pameran Inacraft 2019 di Jakarta, Rabu, 24 April 2019. Jokowi melihat sejumlah stan setelah meresmikan pameran tersebut. ANTARA

    TEMPO.CO, Bogor - Kesibukan Presiden Joko Widodo atau Jokowi semakin padat sekitar delapan bulan terakhir. Selain menjalani tugas sebagai kepala negara, Jokowi juga hilir mudik ke berbagai daerah di Indonesia untuk kampanye Pemilihan Presiden 2019.

    Jokowi menyebut Pemilihan Umum 2019 sebagai pemilu yang melelahkan. "Meski saya tidak lelah, tapi melelahkan semua," ujarnya kepada Tempo di ruang kerjanya di Istana Bogor, Jumat, 26 April 2017. Termasuk masyarakat.

    Baca:  Tak Puas Perolehan Suara Pilpres, Jokowi: Di Bawah Target Kami

    Apakah kampanye yang melelahkan banyak orang itu mempengaruhi berat badan Jokowi? Jokowi mengatakan bobotnya stabil. Kalau pun ada perubahan, tidak signifikan. "Kadang naik sekilo, turun sekilo, ha-ha-ha…" kata dia.

    Berat badan Presiden Jokowi stabil pada kisaran 56-57 kilogram. "Segitu-segitu saja," ujarnya.

    Baca: Sandiaga Setuju Jokowi dan Prabowo Bertemu Sebelum 22 Mei

    Dengan tinggi di atas rata-rata laki-laki Indonesia, 175 sentimeter, berdasarkan indeks massa tubuh, Jokowi tergolong kurus. Namun, meski beratnya di bawah rata-rata, berat 56-57 kilogram itu sudah termasuk bagus. Sebab, pada 2012, berat badan Jokowi hanya 52 kilogram.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.