Jokowi Jawab Kritik Soal Pembangunan Infrastruktur di Luar Jawa

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kanan) dan Kepala BNPB Doni Monardo (kiri) saat mengunjungi area terdampak banjir bandang Sentani di Jayapura, Papua, Senin 1 April 2019. Banjir bandang Sentani menyebabkan 105 korban jiwa serta ratusan rumah rusak parah. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kanan) dan Kepala BNPB Doni Monardo (kiri) saat mengunjungi area terdampak banjir bandang Sentani di Jayapura, Papua, Senin 1 April 2019. Banjir bandang Sentani menyebabkan 105 korban jiwa serta ratusan rumah rusak parah. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjawab kritikan yang menyebut pembangunan infrastruktur di luar Jawa tidak sesuai dengan perhitungan ekonomi sehingga menjadi beban negara. "Kalau mau gampang, kita bangun Jawa saja," ujar Jokowi kepada Tempo di ruang kerjanya di Istana Bogor, Jumat, 26 April 2019.

    Baca juga: Tak Puas Perolehan Suara Pilpres, Jokowi: Di Bawah Target Kami

    Jokowi mengatakan Jawa memiliki banyak keunggulan. Mulai konsentrasi penduduk, yang mencapai 149 juta, sampai infrastruktur yang lebih maju ketimbang pulau lain. "Tinggal buat super koridor ekonomi di Jawa bagian utara, akan sangat mendukung pertumbuhan ekonomi dengan sangat cepat," kata dia. Dia menyebutkan pembangunan infrastruktur di Jawa memiliki return of investment tinggi, internal rate of return tinggi, dan dampak politik yang positif.

    Namun, Jokowi emoh menempuh cara instan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi seperti itu. "Kita menganut pertumbuhan ekonomi sekaligus pemerataan," ujarnya. Pertumbuhan ekonomi tinggi tanpa pemerataan, dia melanjutkan, menimbulkan ketidakadilan. Pembangunan yang sebelumnya tersentralisir di Jawa telah menimbulkan ketimpangan. Dia mencontohkan jalan mulus terhampar di Jabodetabek berbanding terbalik dengan Papua. "Ada satu kabupaten yang tidak memiliki jalan aspal satu meter pun."

    Maka, Jokowi membangun Trans Papua. "Banyak orang mempertanyakan, 'Bapak membangun Trans Papua itu return of economy-nya apa'," kata dia. "Kalau berhitung kayak gitu, ga akan dibangun Papua."

    Baca juga: Said Iqbal Bertemu Jokowi, BPN Prabowo: Dukungannya Tak Berubah

    Menurut Jokowi, dalam hidup bernegara, jangan selalu menggunakan hitung-hitungan ekonomi dan politik. Semua wilayah Indonesia, meski penduduknya segelintir, berhak menikmati pembangunan. "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, ya seperti itu," ujar dia.

    Dalam wawancara eksklusif selama 45 menit itu, Jokowi juga membahas soal upaya rekonsiliasi dengan Prabowo-Sandiaga, rencana kerja pemerintahan 2019-2024, dan reshuffle kabinet. Baca wawancara selengkapnya di Majalah Berita Mingguan Tempo yang terbit Senin, 29 April 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.