Kerukunan Indonesia dalam Tabanan Harmoni Festival

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tabanan Harmoni Festival mementaskan aneka pagelaran seni yang kental dengan unsur-unsur agama dan etnis, Jumat, 26 April 2019.

    Tabanan Harmoni Festival mementaskan aneka pagelaran seni yang kental dengan unsur-unsur agama dan etnis, Jumat, 26 April 2019.

    INFO NASIONAL-- Hari belum gelap benar di Tabanan, Bali. Namun ratusan warga telah memenuhi taman kota pada Jumat (26/4) lalu. Mereka menghadap Panggung Terbuka Garuda Wisnu Serasi yang telah berhias janur serta sorotan cahaya lampu berwarna-warni.

    Warga antusias menantikan pembukaan Tabanan Harmoni Festival yang baru pertama kali diadakan di Tabanan. Bagai tengah menghadiri hajatan besar, warga datang berduyun-duyun, sebagian nampak mengenakan baju tradisional Bali seperti kebaya.

    Festival ini, menurut ujar Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, diselenggarakan untuk mempererat persatuan dan persaudaraan antar umat beragama di Tabanan. Kabupaten ini ingin menunjukkan bahwa perbedaan-perbedaan di masyarakat bukan untuk memecah-belah bangsa, namun untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan sinergi dalam membangun negeri.

    Terlebih, pasca pemilu terasa betul adanya ketegangan di masyarakat akibat adanya perbedaan pilihan dan sikap.
    “Hari ini bersejarah, di mana Tabanan menyelenggarakan keharmonisan dalam perbedaan. Di Tabanan kita memiliki beberapa suku dan etnis, serta keyakinan. Tapi kita bisa berkumpul di sini,untuk mengikrarkan diri menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, menegakkan kebersamaan, menegakkan Pancasila sebagai ideologi bangsa kita,” ujar Ni Putu Eka Wiryastuti, penerima Harmony Awards atau Anugerah Kerukunan Umat Beragama tahun 2017.

    Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri, Plt Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono, Gubernur Bali I Wayan Koster, sejumlah Kepala Daerah, para tokoh dan pemuka agama, dan tamu undangan lain.

    Tabanan Harmoni Festival mementaskan aneka pagelaran seni yang kental dengan unsur-unsur agama dan etnis. Dari lagu, hingga tari-tarian. Megah dan atraktif. Puluhan penari, penabuh gendang, pemain alat musik tradional dan modern, unjuk kebolehan.

    Untuk mengokohkan persatuan dan keharmonisan di Tabanan, perwakilan agama dan etnis yang ada di Tabanan, menyatakan ikrar untuk membumikan Pancasila sebagai ideologi bangsa sekaligus menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Megawati dalam sambutannya mengatakan Tabanan Harmoni Festival merupakan salah satu kesempatan untuk melakukan refleksi, perenungan bagaimana perjalanan bangsa Indonesia ke depannya bisa menjadi lebih baik.

    “Hanya dengan harmoni kita bisa bertemu dalam ruang yang terbuka ini dengan bahagia. Pesan dari pendiri bangsa bahwa kita bisa menjadi bangsa yang kuat, berdaulat, dan maju, jika kita bersatu,” kata Megawati dalam sambutan yang dibacakan Hariyono.

    “Kita patut bersyukur karena Bung Karno dalam pidato 1 Juni 1945 menyatakan bahwa Pancasila dipilih sebagai dasar negara agar kita bisa bersatu yang dapat menyatukan semua elemen bangsa,” ujar Megawati. Tapi, ujarnya lagi, Bung Karno juga menyatakan bahwa Pancasila bukan sekadar alat pemersatu, tapi juga sebagai alat pemandu, yaitu nilai-nilai yang menuntun bangsa Indonesia ke depan, agar lebih maju, adil, makmur, dan sejahtera.

    Didampingi Bupati Eka, Megawati mengikuti acara sejak awal hingga menjelang akhir. Di tengah pertunjukan sempat turun hujan. Namun Megawati memilih bertahan di tempat duduknya.
    Warga juga tetap menikmati jalannya acara.

    Kemeriahan bertambah ketika kembang api dinyalakan dan meledak di udara. Semakin malam pengunjung kian ramai, terutama oleh anak-anak muda. Maklum, di panggung tampil band ternama yang digandrungi kalangan muda di Tabanan.

    “Acara ini sudah saya tunggu-tunggu,” ujar Putera (19), warga Tabanan yang menikmati acara bersama teman-temannya. Putera dan kawan-kawannya adalah, menurut Bupati Eka, bagian dari generasi millenial yang diharapkan dapat menerima pesan dari acara Tabanan Harmoni Festival ini. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.