Atalia Kamil: Tekan Stunting dengan Perencanaan Keluarga

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil, saat melakukan Siaran Keliling (Sarling) di Posyandu Mawar 11, Kelurahan Nagri Kaler, Kabupaten Purwakarta, Jumat, 26 April 2019.

    Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil, saat melakukan Siaran Keliling (Sarling) di Posyandu Mawar 11, Kelurahan Nagri Kaler, Kabupaten Purwakarta, Jumat, 26 April 2019.

    INFO JABAR - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil, menekankan pentingnya mempersiapkan kehamilan dalam jarak yang ideal untuk menekan angka stunting atau kecebolan pada anak.

    "Masalah stunting muncul salah satunya karena banyak masyarakat yang kurang paham tentang perencanaan keluarga. Kehamilan  perlu direncanakan, jarak antar anak jangan terlalu dekat, jangan terlalu jauh," kata Atalia saat melakukan Siaran Keliling (Sarling) di Posyandu Mawar 11, Kelurahan Nagri Kaler, Kabupaten Purwakarta, Jumat, 26 April 2019.

    Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Prevalensi stunting Jabar pada 2013 tercatat 35,3 persen, sedangkan pada 2018 turun menjadi 31,1 persen. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan lima tahun  ke depan angka stunting di bawah 20 persen.

    Terkait dengan perencanaan keluarga, Atalia menuturkan pasangan suami istri dapat konsultasi ke posyandu, bidan, atau dokter. Dengan konsultasi, para calon orang tua dapat banyak informasi terkait kondisi fisik dan mental pasangan, maupun kebutuhan yang diperlukan, sehingga pasangan dapat membuat keputusan tepat sesuai kondisi yang dihadapi.

    "Kalau kita persiapannya matang, selain menekan angka stunting, banyak juga manfaat yang didapat. Antara lain ibu lebih optimal mengurus anak, hubungan dengan suami bisa lebih harmonis, dapat mempersiapkan masalah finansial secara matang. Selain itu, ibu juga memiliki waktu berkualitas," ujar Atalia. Dengan merencanakan jarak kehamilan dengan baik, lanjut Atalia, perempuan dapat lebih memberdayakan dirinya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.