Mangkir Pemeriksaan, Menteri Agama Minta KPK Jadwal Ulang

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Menteri Agama Lukman Hakim saat diserbu awak media setibanya di gedung utama kantor Kementrian Agama (Kemenag) di Lapangan Banteng, Jakarta, Senin, 18 Maret 2019. Penyidik KPK menyita uang ratusan juta dalam bentuk rupiah dan dolar dari penggeledahan di ruang kerja Lukman Hakim di kantor Kementerian Agama pada hari ini, Senin, 18 Maret 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ekspresi Menteri Agama Lukman Hakim saat diserbu awak media setibanya di gedung utama kantor Kementrian Agama (Kemenag) di Lapangan Banteng, Jakarta, Senin, 18 Maret 2019. Penyidik KPK menyita uang ratusan juta dalam bentuk rupiah dan dolar dari penggeledahan di ruang kerja Lukman Hakim di kantor Kementerian Agama pada hari ini, Senin, 18 Maret 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, JakartaMenteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tak memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus suap Romahurmuziy. Kementerian Agama menyatakan Lukman tengah mengisi acara pembinaan haji di Jawa Barat.

    Baca: Alasan KPK Belum Periksa Menteri Agama di Kasus Romahurmuziy

    "Hari ini Pak Menteri sudah terjadwal mengisi acara pembinaan haji di Jawa Barat," kata Kepala Biro Humas Kemenag, Mastuki, lewat pesan teks, Rabu, 24 April 2019.

    Mastuki mengatakan Lukman baru menerima surat panggilan pemeriksaan pada Rabu sore. Sehingga, Lukman meminta KPK menjadwalkan ulang pemeriksaannya.

    Sebelumnya, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Lukman sebagai saksi untuk tersangka Romahurmuziy alias Rommy. Selain Lukman, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Staf Ahli Menteri Agama, Gugus Joko Waskito. Selain itu, KPK juga akan memeriksa dua Anggota Panitia Pelaksana Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Kemenag, Aulia Muttaqin dan Muhammad Amin. Ketiga orang itu juga akan diperiksa sebagai saksi untuk Rommy.

    Dalam kasus ini, KPK menetapkan Rommy menjadi tersangka kasus jual beli jabatan di Kemenag. KPK menyangka mantan Ketua Umum PPP itu menerima suap dengan total Rp 300 juta dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kakanwil Kemenag Gresik Muafaq Wirahadi. Suap diduga diberikan untuk mempengaruhi penunjukan keduanya sebagai pejabat Kemenag.

    Dalam proses penyidikan kasus ini, KPK juga menggeledah ruang kerja Lukman Hakim. Dari penggeledahan, KPK menyita duit Rp 180 juta dan US$ 30 ribu. KPK menduga uang itu masih berhubungan dengan kasus yang menyeret Rommy.

    Baca: Menteri Agama Tolak Jelaskan Uang yang Disita KPK dari Ruangannya

    Sebelumnya, Lukman mengatakan siap apabila dimintai keterangan oleh KPK. "Itu nggak perlu dipertanyakan lagi. Eksplisit saya mengatakan kami semua di Kementerian Agama akan mendukung penuh seluruh upaya mengungkap dan menuntaskan kasus ini," kata Lukman di kantornya pada Sabtu, 16 Maret 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.