Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang Meninggal

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pemakaman Bupati Asahan di TPU Muslim Kayu Besar, Medan, pada Selasa, 23 April 2019 / IIL ASKAR MONDZA

    Suasana pemakaman Bupati Asahan di TPU Muslim Kayu Besar, Medan, pada Selasa, 23 April 2019 / IIL ASKAR MONDZA

    TEMPO.CO, JakartaBupati Asahan Taufan Gama Simatupang, meninggal akibat penyakit jantung yang menderanya. Lelaki berusia 55 tahun tersebut meninggal dunia di salah satu rumah sakit swasta di Medan pada Senin malam, 23 April 2019.

    Baca juga: Penyelundup Pakaian Bekas di Asahan Tewas Terjun ke Laut  

    Jenazah Bupati Taufan disemayamkan siang tadi, 23 April 2019 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslim Kayu Besar di Jalan Thamrin, Medan, Sumatera Utara

    "Pak Bupati itu sosok yang menjadi panutan kami. Beliau meninggal karena sakit jantung," ujar Wakil Bupati Asahan, Surya, saat berada di lokasi pemakaman.

    Surya menjelaskan jika Taufan telah lama menderita sakit jantung. Setiap minggu, biasanya Taufan melakukan kontrol rutin. Bahkan dokter sempat menyarankan agar almarhum lebih banyak beristirahat. Masukan yang menurut Surya tidak terlalu dipatuhi almarhum. Jika pun merasa sakit, almarhum hanya beristirahat sejenak, lalu melanjutkan kerjanya setelah merasa lebih baik.

    Dirinya juga menceritakan semasa hidup, almarhum merupakan sosok yang keras. Jika sudah punya program atau rencana, harus direalisasikan. Contohnya seperti pembangunan Masjid Agung Ahmad Bakrie di Kisaran.

    Masjid yang mulai dibangun sejak 2006, sempat tersendat pembangunannya. Namun ketika menjabat sebagai Bupati pada 2010, almarhum berkeras untuk menyelesaikan pembangunannya.

    Akhirnya setelah dilakukan pembangunan bertahap, Masjid selesai dikerjakan pada 2015 silam.

    "Awalnya masyarakat sempat pesimis, kalau sudah siap siapa yang bakal shalat disitu. Tapi sekarang, setiap sore hari biasa masyarakat banyak mengunjungi dan shalat. Masjid itu seperti salah satu bangunan monumental yang ditinggalkan almarhum," lanjut Surya.

    Meski menjadi Bupati Asahan telah dua periode, namun Almarhum akhirnya dimakamkan di Medan. Musababnya, permintaan keluarga yang menginginkan makam Almarhum berada dekat dengan ibu, kakak, abang dan adiknya.

    Disisi lain, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi yang ikut mengantarkan almarhum ketempat peristirahatan terakhirnya, mengajak masyarakat untuk mendoakan Bupati Asahan.

    “Semoga Almarhum mendapat ampunan dari Allah SWT dan khusnul khotimah. Manusia cepat atau lambat akan kembali kepada Allah. Siapa yang duluan menghadap kepada Allah, dia yang paling bahagia,” sebut Edy.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.